Berita Kotim

Debit Sungai Mentaya Sampit Surut, Kapal CPO Tak Bisa ke Hulu, Kapal Penumpang Menunggu Air Pasang

Dampak kemarau debit air Sungai Mentaya Sampit surut, kapal CPO tak bisa berlayar ke Hulu, kapal penumpang berlayar menunggu air pasang.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Suasana perairan Sungai Mentaya Sampit saat musim kemarau. Tampak dikejauhan sejumlah kapal angkutan barang lego jangkar di tengah sungai menuggu air pasang untuk kembali berlayar. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Memasuki musim kemarau yang berpuncak Bulan Agustus 2023 ini, mengakibatkan debit air Sungai Mentaya Sampit surut, sehingga mengganggu Pelayaran Kapal CPO.

Dampak kemarau debit air Sungai Mentaya Sampit surut, kapal CPO tak bisa berlayar ke Hulu, kapal penumpang berlayar menunggu air pasang.

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berdampak menurunya debit air Sungai Mentaya Sampit, sehingga terjadi pendangkalan.

Kondisi tersebut berimbas pada aktivitas kapal yang ikut terganggu, khususnya untuk kapal angkut Crude Palm Oil (CPO) yang biasa setiap hari melewati Sungai Mentaya Sampit.

Baca juga: Bupati Kotim Halikinnor, Meminta Masyarakat Turut Terlibat Dalam Penanggulangan Karhutla

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit M Hermawan melalui Pelaksana Harian (Plh) Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) Kelas III Sampit Normasitah menyampaikan, penurunan debit air selama musim kemarau ini jelas terasa, meski tidak signifikan.

“Musim kemarau jelas berpengaruh ke debit air sungai. Namun untuk kapal-kapal yang tidak sampai ke hulu masih dapat beroperasi,” bebernya, Rabu (23/08/2023).

Lanjutnya, kapal-kapal yang terkendala ini rata-rata beroperasi hingga ke anak-anak Sungai Mentaya yang berada di hulu, seperti Sungai Kuayan, Sungai Parenggean, dan Sungai Tualan. Apabila, sungai surut otomatis kapal-kapal tersebut tidak bisa masuk, sebab berpotensi kandas.

Baca juga: Pendangkalan Alur Sungai Mentaya, Bupati Kotim H Halikinnor Akui Kerap Dengar Keluhan Perusahaan

Kondisi ini mulai terjadi sejak musim kemarau, terlebih satu bulan terakhir hampir tidak ada hujan di Kotim.

Disisi lain, aktivitas kapal yang mengarah ke hilir sungai atau ke laut sejauh ini masih aman. Seperti kapal angkutan penumpang dan kapal niaga yang masih beroperasi seperti biasa, namun tetap dipengaruhi siklus pasang surut sungai yang sudah menjadi hal biasa.

Khususnya pada titik-titik tertentu yang perlu diperhatikan, seperti muara Sungai Mentaya dan sekitar Pos AL, yang ketika sungai surut maka kapal tidak bisa lewat.

“Kemarau juga ada pengaruhnya untuk aktivitas kapal penumpang dan kapal niaga, tapi yang dominan tetap karena pasang surut sungai. Intinya tidak sampai membuat aktivitas kapal di muara terganggu, cuma menunggu waktu sungai pasang saja,” jelasnya.

Hal ini pun didukung dengan keterangan dari Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Edwin Kurniansyah yang menyebutkan, bahwa hingga saat ini aktivitas KM Kelimutu (kapal angkutan penumpang) yang biasa masuk ke Pelabuhan Sampit masih bisa beroperasi.

Namun, terkendala dengan pasang surut Sungai Mentaya, khususnya di area muara, sehingga pihaknya harus menyesuaikan operasi kapal.

Baca juga: Kotim Bangun Tol Sungai Mentaya, Bupati H Halikinnor Optimistis Pendapatan Asli Daerah Meningkat  

“Tetap ada kapal yang masuk. Tapi saat ini kapal KM Kelimutu yang biasa masuk ke Sampit terkendala oleh pasang surut sungai di perairan Teluk Sampit. Sehingga, kami harus menyesuaikan operasi kapal,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto menyampaikan sehubungan dengan pasang surut Sungai Mentaya pihaknya melakukan evaluasi terhadap sejumlah trip atau jadwal keberangkatan kapal di bulan September mendatang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved