Berita Kalbar

Jalan Rusak Akibat Truk Angkutan Sawit Marak, Warga Enam Desa di Sintang Protes Tutup Jalan

Kemarahan warga enam desa di Kabupaten Sintang Kalbar tak terbendung lagi, mereka terpaksa menutup jalan rusak akibat maraknya truk angkutan sawit.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Kemarahan warga enam desa di Kabupaten Sintang Kalbar tak terbendung lagi, mereka terpaksa menutup jalan rusak akibat maraknya truk angkutan sawit yang didiuga sebagai perusak jalan. Permohonan kepada pemerintah dan perusahaan agar jalan diperbaiki seperti tidak digubris sehingga mereka melakukan tindakan penutupan jalan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINTANG -Kemarahan warga enam desa di Kabupaten Sintang Kalbar tak terbendung lagi, mereka terpaksa menutup jalan rusak akibat maraknya truk angkutan sawit di wilayah tersebut,

Warga enam desa yang berkepentingan dengan jalan penghubung di Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang terpaksa memasang portal.

Jalan penghubung antar desa tersebut kondisinya rusak parah, tidak ada perhatian dari pemerintah apalagi pihak perusahaan sehigga warga enam desa di kawasan itu  terpaksa melakukan tindakan menutup jalan.

Warga enam Desa di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memblokir ruas Jalan Simpang Kenukut-Dedai sejak  Senin 5 Desember 2022.

Aksi penutupan jalan ini bentuk protes warga terhadap PT Bumi Sentosa Lestari (BSL) dan Pemkab Sintang.

Masyarakat menganggap PT BSL tidak memenuhi tuntutan warga dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan Kenukut-dedai.

Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan Rusak Pasca Banjir, Pemkab Kobar Langsung Tangani Agar Tetap Fungsional

Baca juga: Kecelakaan Lalulintas Jalur Samuda-Ujung Pandaran Kotim, Pemotor Dihantam Mobil Hindari Jalan Rusak

Baca juga: Bandar di HSS Kalsel Ditangkap, Usai Tersangka Pembeli Buka Suara Saat Diringkus Sedang Sedot Sabu

Baca juga: Transaksi Sabu di Warung Desa Marindi Tabalong Gagal, Tiga Pria Diduga Pengedar Diamankan

Warga juga kecewa karena Pemkab Sintang juga tidak memenuhi tuntutan warga untuk segera menganggarkan dana di APBD untuk perbaikan Jalan Poros Kenukut-Dedai.

Pantauan Tribun Pontianak di lokasi, aksi pemortalan jalan terjadi tepat di Simpang tiga Kantor Desa Nanga Deda.

Warga membentangkan spanduk bertuliskan "Jalan Ini Ditutup!!" dengan portal dan alat berat. Selain itu, angkutan sawit tidak diperbolehkan lewat.

Kendaraan roda dua masih bisa melintas jalan yang diportal warga. Aksi pemortalan Jalan Kenukut Dedai dijaga personel Polsek dan Koramil Dedai.

"Aksi ini bukan tiba-tiba. Ini merupakan sebuah ungkapnya kekecewaan yang sudah lama dirasakan masyarakat Dedai," kata Syahroni, koordinator lapangan.

Menurut Ronny, warga Dedai sudah sabar dengan janji-janji yang diumbar oleh pemerintah yang menyebut akan menganggarkan perbaikan Jalan Kenukut-Dedai pada tahun anggaran 2023. Namun, hingga APBD 2023 diketuk, tak ada anggaran yang dialokasikan.

"Kurang apa yang diberikan masyarakat Dedai, suara terbesar penyumbang, persentase tertinggi untuk kemenangan (Bupati Sintang Jarot Winarno)," tegas Roni.

Roni menyampaikan permohonan maaf apabila aksi pemortalan jalan mengganggu aktivitas masyarakat. Warga hanya menuntut janji pemerintah agar ruas jalan Kenukut-Dedai diperbaiki.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved