Kobar Marunting Batu Aji

Sejumlah Ruas Jalan Rusak Pasca Banjir, Pemkab Kobar Langsung Tangani Agar Tetap Fungsional

Jalan perkotaan hingga perdesaan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pasca banjir banyak yang rusak terutama berlubang sehingga segera diperbaiki.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
Herto untuk Tribunkalteng.com
Tim Bina Marga Dinas PUPR Kobar saat melakukan perbaikan jalan disekitar Bundaran Tudung Saji yang rusak akibat banjir.Banjir kurang lebih 3 minggu menggenangi Kota Pangkalan Bun menyisakan kerusakan jalan belubang akibat aspal terkelupas. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Jalan perkotaan hingga perdesaan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pasca banjir banyak yang rusak terutama berlubang sehingga segera diperbaiki.

Perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut dengan menambal jalan yang berubang akibat terkelupas akibat tergerus banjir sehingga tetap fungsional.

Perbaikan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langsung melakukan penanganan jalan yang rusak pasca banjir.

Seperti jalan GM Arsyad hingga bundaran Tudung Saji Kelurahan Baru banyak yang rusak dan berlubang, yang langsung dilakukan perbaikan dan pengaspalan.

Baca juga: Tengah Jalan Ahmad Yani Pangkalan Bun Jadi Tempat Parkir Kendaraan, Banjir Kobar Mulai Surut

Baca juga: Pasokan Air Bersih Untuk Korban Banjir Kobar, Rutin Disalurkan Relawan di Pangkalan Bun

Baca juga: Ciptakan Sumber Daya Manusia Terampil, Pemkab Kobar Apresiasi LPP Enter Pangkalan Bun

Baca juga: Tinjau Sekolah Muhammadiyah Kobar, Pj Bupati Anang Dirjo Sebut Sarpras Perlu Ditingkatkan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kobar Herto mengatakan, pada saat banjir kurang lebih 3 minggu yang menggenangi Kota Pangkalan Bun menyisakan kerusakan jalan. Mulai jalan dalam kota hingga ke sejumlah desa.

"Maka setelah banjir surut, kami langsung melakukan monitoring dan memetakan titik jalan yang rusak. Setelah itu kita langsung melakukan perbaikan jalan," kata Herto.

Menurutnya, perbaikan jalan dilakukan bukan karena lokasinya yang ada di tengah kota. Namun ini dilakukan percepatan perbaikan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional.

"Justru jika kerusakan jakan dibiarkan, malah rusaknya lebih parah dan bisa memakan biaya yang lebih besar. Maka kita cepat perbaiki karena kerusakanya kecil-kecil," ujarnya.

Tidak hanya di jalan GM Arsyad saja, namun saat ini tim juga tengah memetakan jerusakan di jalan utama dari Desa Kumpai Batu Bahwah, hingga Desa Tanjung Terantang yang panjangnya 12 Kilometer.

"Perbaikan kerusakan pasca banjir juga kita lakukan di sana. Supaya jalan utama itu tetap terjaga kondisinya dan meminimalisir kerusakan yang terjadi," ungkapnya.

jalan rusak pasvaj
Jalan rusak pasca banjir di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat. Banjir kurang lebih 3 minggu menggenangi Kota Pangkalan Bun menyisakan kerusakan jalan belubang akibat aspal terkelupas.  Herto untuk Tribunkalteng.com

Dengan begitu, lanjut Herto, pihaknya tidak sampai disitu saja. Untuk perbaikan jalan akibat banjir di sejumlah kecamatan juga tengah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak.

Sehingga penanganan kerusakan jalan ini bisa ditangani secara konsorsium maupun ditangani melalui pola lain.

"Kita terus berupaya melakukan penanganan,  sehingga kerusakan jalan ini bisa cepat dilakukan perbaikan, dan tidak menjadi kendala bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved