Mata Lokal Memilih
Haiyah, Begini Komentar Ganjar Pranowo Diduetkan dengan Prabowo di Pilres 2024, Muhaimin Mengancam
Begini tanggapan Ganjar Prnowo soal wacana dirinya diduetkan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Kabar yang sempat berhembus menyebutkan duet Capres-Cawapres yang bakal diusung koalisi Gerindra-PKB adalah Prabowo Subianto (ketua umum Gerindra) berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Namun, duet ini belum juga dideklarasikan karena kedua partai masih tarik ulur, bahkan kabarnya Muhaimin Iskandar berkeinginan dirinya yang menjadi Capres 2024 sesuai mandat Muktamar PKB.
Dalam kondisi tarik ulur itu, muncul wacana Gerindra akan memasangkan Prabowo Subianto dengan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.
Wacana duet Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024 ini membuat kubu PKB meradang.
Muhaimin Iskandar pun menyatakan bisa saja PKB membuat komposisi (koalisi) baru.
"Ya kalau saya nggak di situ (jadi capres atau cawapres) ya nggak usah koalisi, ngapain," kata Muhaimin Iskandar di Gedung DPR , Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar juga menegaskan belum ada finalisasi duet Capres dan Cawapres yang akan diusung koalisi Gerindra-PKB.
"Belum, kita akan duduk berdua (dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto) karena sampai detik ini masing-masing ngotot jadi capres," kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/11/2022).
Namun, Muhaimin tidak menjawab secara tegas kemungkinan PKB meninggalkan koalisinya dengan Gerindra.
"Ya kita lihat nanti," katanya.
Sementara Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam kepada Kompas.com menilai, ancaman Muhaimin Iskandar untuk membentuk komposisi baru jika Prabowo Subianto berduet dengan Ganjar Pranowo tampaknya bukan main-main.
Sejak awal, PKB punya target untuk mencalonkan ketua umumnya sebagai wakil presiden.
Harapannya, PKB mendapat limpahan elektoral atau coat-tail effect dari pencawapresan Muhaimin.
Namun, kata Umam, Prabowo tampak merasa tidak yakin dengan kekuatan politik Imin. Oleh karenanya, mantan perwira tinggi militer itu bermain dua kaki, tetap mencari sosok cawapres meski sudah deklarasi koalisi dengan PKB.
"Ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, Cak Imin tentu tidak ingin dipermalukan. Karena itu belakangan muncul statement yang mengarah pada koreksi total dan potensi pembubaran koalisi yang layu sebelum berkembang," kata Umam, Rabu (23/11/2022).