Berita Kotim

Banjir di Kotawaringin Timur , Warga Huniannya Terdampak Banjir Berharap Program Relokasi Rumah

Banjir di Kotawaringin Timur telah beberapa hari terjadi. Warga yang huniannya terdampak banjir berharap diberikan pemerintah program relokasi Rumah.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
Banjir di Kotawaringin Timur, kalteng telah beberapa hari terjadi. Warga yang huniannya terdampak banjir berharap diberikan pemerintah program relokasi Rumah. Kondisi banjir yang merendam Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean Hampir setiap tahun desa ini terdampak banjir sehingga warga berharap dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Banjir di Kotawaringin Timur, Kalteng telah beberapa hari terjadi. Warga yang huniannya terdampak banjir berharap diberikan pemerintah program relokasi Rumah.

Beberapa warga terdampak banjir, mengaku Lelah setiap tahun terdampak banjir, warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berada di wilayah rawan banjir berharap pemerintah melakukan relokasi atau memindahkan permukiman ke lokasi yang bebas dan aman dari banjir.

Hal ini lah yang disampaikan warga Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, yang setiap tahun terdampak banjir, sebab banjir seolah menjadi bencana alam rutin di Kotim.

Pasalnya, banjir tak hanya mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat, tapi juga kebutuhan vital berupa air bersih.

Baca juga: Banjir di Kotim Kalteng Mulai Surut, Tersisa 16 Desa yang Masih Terendam Air

Baca juga: Akses Jalan Kecamatan Parenggean Putus Diterjang Banjir, Pemkab Kotim Bangun Jembatan Sementara

Baca juga: Banjir di Palangkaraya 11 Kelurahan Terendam, Aktifitas Warga Terganggu Sebagian Memilih Mengungsi

“Kami harap kedepannya kalau bisa permukiman warga yang rawan banjir ini dipindah ke lokasi yang lebih aman, karena setiap tahun pasti terdampak. Yang paling sulit kalau sudah sumur-sumur terendam, sedangkan sumber air bersih masyarakat disini mengandalkan dari sumur,” ungkap Kepala Desa Kabuau, Andi Lala, Minggu (18/9/2022).

Andi menuturkan, bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan semacamnya yang diberikan pemerintah bagi warga yang terdampak banjir memang sangat berarti. Namun, itu hanya sebagai solusi sementara. Sedangkan, masyarakat pada dasarnya membutuhkan solusi jangka panjang agar warga tidak lagi mengalami kesulitan yang berulang setiap kali musim rawan banjir.

“Bantuan logistik memang dibutuhkan masyarakat, tapi ini hanya solusi jangka pendek. Kami butuh solusi jangka panjang, dibuatkan tempat yang memadai agar masyarakat bisa hidup dengan tenang dan aman,” ucapnya.

Desa Kabuau merupakan satu dari sekian banyak desa di Kotim yang rawan banjir. Sekitar 7 RT  di desa tersebut yang kerap terdampak banjir, dengan jumlah rumah mencapai 150 lebih.

Kondisi terparah biasanya terjadi di RT 01 yang berada di pinggiran sungai, dengan total rumah mencapai 65 unit. 

Banjir di RT 01 bisa mencapai 1,5 meter dari permukaan jalan, diharapkan jika ada relokasi maka warga di lokasi paling rawan diutamakan untuk relokasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved