Berita Palangkaraya

Banjir di Palangkaraya 11 Kelurahan Terendam, Aktifitas Warga Terganggu Sebagian Memilih Mengungsi

Banjir di Palangkaraya berdampak pada 11 Kelurahan yang terendam, bahkan aktifitas warga mulai terganggu sehingga sebagian memilih mengungsi.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Banjir di Palangkaraya berdampak pada 11 Kelurahan yang terendam, bahkan aktifitas warga mulai terganggu sehinga sebagian memilih mengungsi. Salah seorang warga jalan Pelatuk, Palangkaraya yang terdampak banjir bernama Agustin sedang melakukan aktifitas sehari-hari menggunakan perahu sebagai transportasi, karena debit air semakin tinggi, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir di Palangkaraya berdampak pada 11 Kelurahan yang terendam, bahkan aktifitas warga mulai terganggu sehinga sebagian memilih mengungsi.

Banjir akibat limpahan air dari Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mulai meluas. Saat ini terdapat 11 Kelurahan terendam banjir di Kota Palangkaraya. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangkaraya, Emi Abriyani saat meninjau daerah langganan banjir jalan Pelatuk VI. 

"Sebelumnya ada  8 Kelurahan yang terdampak banjir, kini bertambah 3 menjadi 11 Kelurahan. Untuk total ada 1.302 jiwa," kata Emi Abriyani, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Banjir di Palangkaraya, Warga Terdampak Banjir Bantaran Sungai Berharap Bantuan Pemerintah

Baca juga: Sumur Tercemar Akibat Banjir di Kotim, Warga Desa Kabuau Parenggean Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Baca juga: Penemuan Jenazah di Kalsel, Nenek di Desa Parigi HSS Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai

Rata-rata terjadi kenaikan debit air sehingga mengakibatkan banjir di kawasan bantaran sungai. Berdasarkan pantauan, tiap hari debit air  naik 5-10 cm yang terjadi saat malam atau pagi hari. 

Untuk perkiraan banjir surut akibat kiriman dari Kabupaten tetangga dan intensitas hujan lebat diperkirakan dalam 2 hari mendatang, dengan catatan Kabupaten Gunung Mas juga surut debit airnya. 

"Penyebab banjir ini akibat limpahan air dari Kabupaten tetangga kita yaitu Gunung Mas. Didaerah hilir Katingan air laut tinggi, jadi di daerah Bahaur itu airnya tertahan," jelasnya. 

Adanya banjir ini, Pihak BPBD melakukan sosialiasi, bantuan dan edukasi terhadap warga yang terdampak. Agar tetap waspada dan terus berjaga-jaga. 

Pasalnya, aliran listrik sangat berbahaya jika terjadi konsleting serta potensi barang-barang berharga hanyut atau rusak karena banjir. Bahkan dapat menelan korban jiwa. 

Sementara itu, seorang warga di jalan Pelatuk bernama Agustin membeberkan ketinggian air semakin naik sudah 5 hari. Dia pun terpaksa menggunakan perahu kecil untuk aktifitas sehari-hari. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved