Berita Kotim

Keterbukaan Semua Akses Pemicu Kotim Menjadi Wilayah Zona Merah Peredaran Narkoba

Kotim ditetapkan masuk dalam zona merah, pengedar maupun pengguna narkoba, karena keterbukaan semua akses untuk masuk melalui berbagai tempat

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Pemusnahan barang bukti narkotika oleh Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, bersama sejumlah stakeholder terkait di Mapolres Kotim, Senin (29/8/2022) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu kabupaten yang ditetapkan masuk dalam zona merah, pengedar maupun pengguna narkoba.

Hal itu seiring dengan maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah ini dan tangkapan pelaku.

Kondisi ini dipicu sarana prasarana untuk akses masuk ke wilayah ini lengkap. Baik itu jalur darat, laut, maupun udara.

“Daerah kita ini bukan lagi hanya sebagai perlintasan, tapi juga peredaran narkoba. Karena Kotim ini kan sarana prasarananya lengkap, baik itu udara, laut, maupun darat semua ada,” kata Kapolres Kotim AKBP Sarpani, Sabtu (3/9/2022).

Ditambah lagi tingkat kepadatan penduduk di Kotim cukup tinggi, sehingga baik pengedar maupun pengguna juga banyak.

Sebagaimana hukum jual beli, selama ada permintaan maka pemasok barang akan terus ada.

Baca juga: Narkoba di Kalteng, Barbuk Senilai Rp 400 Juta Lebih dari 15 Tersangka Dimusnahkan di Mapolres Kotim

Baca juga: Modus Baru Pengedar Narkoba di Kalteng, Dimasukkan Dalam Kaleng Pakan Burung Hingga Bungkus Teh

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan kasus penyalahgunaan narkoba di Kotim terus ada. B

ahkan, pada 2022 ini telah menunjukan peningkatan kasus narkoba dibanding 2021 pada periode yang sama.

Dari Januari hingga Agustus 2022, kasus narkoba di Kotim sudah mencapai 101 kasus, sedangkan pada total kasus 2021 lalu sebanyak 121.

Tinggal sedikit lagi kasus 2022 akan mencapai jumlah kasus di 2021, sehingga kemungkinan kasus di 2022 melampaui tahun 2021 sangat tinggi.

“Dari indikasi kasus narkoba se-Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022 ini pun Kotim menjadi yang terbanyak. Dibuktikan, dari laporan para kasares narkoba di Kalteng, Kotim di posisi paling tinggi dengan 101 kasus, sedangkan daerah lain rata-rata 60 kasus,” bebernya.

Lanjutnya, Polres Kotim terus berupaya optimal untuk memberantas peredaran narkoba di Bumi Habaring Hurung ini.

Dari hasil sejauh ini diketahui sejumlah wilayah di Kotim dengan jumlah kasus peredaran narkoba cukup tinggi, yakni dalam Kota Sampit, lalu Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, dan sebagian wilayah Samuda.

Sementara, jika dilihat dari jalur akses Kotim menurutnya tingkat peredaran narkoba hampir merata, baik jalur darat, laut, maupun udara.

Baca juga: Tim Ditresnarkoba Polda Kalteng Berhasil Amankan 27,8 Kg Sabu Selama Januari Hingga Agustus 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved