Kotim Habaring Hurung

Renovasi Stadion 29 Nopember Sampit, Pengelola Akan Kenakan Sistem Sewa Penggunaan Stadion

Renovasi Stadion 29 Nopember Sampit, untuk menjadikan lapangan berstandar nasional terus digarap. Penggunaan stadion akan dilakukan sistem sewa.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Kondisi lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember Sampit sebelum direnovasi. Tampak beberapa warga masih bebas beraktivitas di lapangan tersebut, namun selama direnovasi lapangan tersebut ditutup untuk umum. Renovasi Stadion hingga saat ini terus dilaksanakan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Renovasi Stadion 29 Nopember Sampit terus dilaksanakan.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berencana menerapkan sistem sewa untuk penggunaan lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember, Sampit tersebut.

Rencana ini muncul seiring dengan dilaksanakan renovasi skala besar terhadap lapangan sepak bola utama di Kotim tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wim Reinardt Kalawa Benung, menuturkan hal tersebut bertujuan untuk menjaga agar kondisi lapangan tidak cepat rusak. Apalagi, dalam renovasi lapangan tersebut menelan biaya yang tidak sedikit.

“Dana yang digunakan tidak sedikit makanya akan betul-betul kami jaga, pagar-pagar akan kami perbaiki semua. Kalau nanti ada dan wajib retribusi, maka akan kami laksanakan tergantung keputusan pimpinan,” ujarnya, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Harga Telur Ayam di Pasar Tradisional Sampit Naik, Akibat Pasokan Terbatas & Pengaruh Bansos

Baca juga: Satpol PP Kotim Tegakkan Perda, Bangunan Memakai Ruang Milik Jalan Ditertibkan

Baca juga: Kendalikan Inflasi di Kalimantan Tengah, Pasar Murah Kotim Akan Digelar Akhir Agustus 2022 ini

Untuk diketahui, saat ini Pemkab Kotim melalui Dispora bersama pihak ketiga tengah melakukan renovasi lapangan sepak bola di Stadion 29 Nopember dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 2,7 miliar.

Pasalnya, Pemkab Kotim menargetkan agar lapangan yang memiliki panjang 105 meter dan lebar 68 meter bisa memenuhi standar nasional. Sehingga dapat digunakan dalam berbagai ajang bergengsi, seperti liga 1 dan liga 2.

Adapun, anggaran Rp 2,7 miliar digunakan untuk perbaikan arena dan pergantian rumput yang ada menggunakan rumput alami yang lebih bagus, serta untuk perbaikan drainase di sekitaran lapangan agar tidak lagi becek atau tergenang ketika diguyur hujan.

Nilai anggaran yang tidak sedikit tersebut membuat pemerintah mempersiapkan langkah antisipasi agar kondisi lapangan bisa bertahan dalam jangka panjang. Diantaranya, dengan tidak lagi mengizinkan kegaitan diluar olahraga, seperti upacara dan konser, digelar di lokasi tersebut.

“Kegiatan olahraga juga akan kami batasi, hanya untuk kegiatan turnamen dan kejuaraan saja. Sedangkan, untuk latihan rutin akan kami pertimbangkan dulu. Karena kalau semakin sering digunakan tentu akan menyebabkan kerusakan rumput lebih cepat,” jelasnya.

Pihaknyajuga  akan menyusun aturan penggunaan lapangan sepak bola tersebut setelah renovasi selesai dilaksanakan. Yang jelas pada 2023 mendatang lapangan tersebut akan digunakan untuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng dengan Kotim sebagai tuan rumahnya.

Terkait sistem sewa masih dipertimbangkan. Disamping untuk menjaga kondisi lapangan biar tetap bagus, cara ini dinilai juga dapat menjadi salah satu pemasukan daerah.

stadion 29 nopemer sampit bero
Renovasi Stadion 29 Nopember Sampit hingga saat ini terus dilaksanakan. Warga masih bebas beraktivitas di lapangan tersebut sebelum dilakukan renovasi. Namun setelah direnovasi lapangan tersebut ditutup untuk umum.

Jadi setiap klub sepak bola yang ingin bertanding wajib membayar sewa atau retribusi ke pemerintah. Seperti yang diterapkan di beberapa wilayah, salah satunya Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya.

“Kalau untuk besaran sewanya kami diskusikan dulu agar dapat dasar untuk kajian kami. Kalau terlalu mahal akan memberatkan atlet kita untuk berlatih, jadi nanti disesuaikan dengan kemampuan. Tidak boleh ketinggian maupun kerendahan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved