Berita Kotim

Cegah Penyakit DBD dan Malaria, Pengelola Lapas Sampit Gelar Gerakan Berantas Nyamuk & Fogging

Cegah ancaman DBD dan malaria Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit, Kotim melakukan gerakan berantas nyamuk, Selasa (16/8/2022).

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. Lapas Kelas IIB Sampit untuk Tribunkalteng.com
Kegiatan bersih-bersih di lingkungan Lapas Kelas IIB Sampit melibatkan warga binaan permasyarakatan, petugas lapas, dan tenaga Dinas Kesehatan Kotim. Kegiatan dalam rangka mengantisipasi ancaman penyakit DBD dan malaria di lingkungan lapas. Selasa (16/8/2022) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) dari ancaman DBD dan malaria Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan gerakan berantas nyamuk, Selasa (16/8/2022).

"Kegiatan tersebut kami lakukan dalam rangka mengantisipasi atau mencegah potensi munculnya gangguan kesehatan WBP khususnya penyakit DBD dan Malaria yang disebabkan oleh nyamuk," kata Agung Supriyanto, Kalapas Kelas IIB Sampit.

Gerakan berantas nyamuk dilakukan dengan pembersihan bak mandi dan tempat genangan air seperti selokan-selokan yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Lapas Kelas IIB Sampit juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim untuk penyemprotan pestisida pembunuh nyamuk (fogging) diseluruh blok dan lingkungan sekitar blok hunian. Pihaknya juga mendapatkan bantuan bubuk pembunuh jentik nyamuk yang dapat digunakan pada bak-bak mandi baik di blok maupun kamar hunian WBP.

Baca juga: Semarak HUT ke 77 RI, Kelurahan Langkai Palangkaraya Gelar Lomba Kebersihan Untuk Motiviasi Warga

Baca juga: 71 Anggota Paskibraka Kotim Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih Saat Upacara HUT ke 77 RI

Baca juga: Jangan Menunggu Ada Korban, Camat Baamang Sampit Janji Segera Perbaiki Gapura Miring WMP

Pihaknya juga melakukan tindakan 3M sesuai anjuran terkait penanganan DBD dan malaria. yakni menguras, menutup tempat air dan mengubur benda yang menimbulkan sarang nyamuk.

"Kami terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan WBP melalui berbagai cara yang diantaranya dengan pembersihan insektisida yang berpotensi menyebabkan penyakit," lanjutnya.

Disisi lain, Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi menyambut baik kerja sama yang dilakukan Lapas Kelas IIB Sampit dalam rangka penanganan DBD dan malaria tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu untuk dilaksanakan, karena untuk mengantisipasi ancaman DBD dan malaria perlu tindakan proaktif dari pihak lainnya, tak hanya tanggung jawab Dinkes maupun puskesmas.

"Kegiatan seperti ini sangat positif, harapan kami ini bisa menjadi contoh bagi instansi maupun perusahaan di Kotim guna melindungi jajarannya dari ancaman DBD maupun malaria," ujarnya.

Umar menambahkan Dinkes Kotim melalui Puskesmas Ketapang I Sampit yang memiliki wilayah kerja termasuk Lapas Kelas IIB Sampit berkomitmen akan terus bersinergi dan berkolaborasi, serta siap mendukung berbagai program kegiatan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIB Sampit dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan WBP. Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, skrining dan lain-lain.

Agung Supriyanto melanjutkan berbagai kegiatan ini berjalan dengan lancar dan aman berkat dukungan dan peran aktif seluruh pegawai serta WBP.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan dan peran aktif seluruh pegawai Lapas Sampit untuk bersama-sama terus meningkatkan kesehatan WBP" pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved