Berita Bartim

3 Remaja Putri Bartim Diduga Alami Percobaan Pelecehan Seksual, Saat Urus Kartu KIP Untuk Beasiswa

Percobaan pelecehan seksual dialami oleh 3 orang di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah saat urus kartu indonesia pintar (KIP) untuk Beasiswa.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
ILUSTRASI / TRIBUN LAMPUNG
ILUSTRASI. Kasus percobaan pelecehan seksual diduga dialami oleh 3 orang remaja putri di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Hal itu terjadi saat mereka ingin mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP) berharap mendapatkan beasiswa pendidikan.  

TRIBUNKALTENG.COM, TAMIYANG LAYANG - Kasus percobaan pelecehan seksual diduga dialami oleh 3 orang di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Hal itu terjadi saat mereka ingin mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP) berharap mendapatkan beasiswa pendidikan. 

Ke 3 orang tersebut berjenis kelamin perempuan. 2 orang diantaranya baru saja lulus tingkat sekolah menengah atas (SMA). Dan saat ini mereka telah melaporkan kasus tersebut di Polres Barito Timur. 

Menurut keterangan Kepala Bidang Advokasi dan Kampanye Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangkaraya Sandi JP Sinarmata saat dihubungi Tribunkalteng.com, kejadian dugaan pelecehan seksual terjadi awal tahun 2022.

Baca juga: Bupati H Halikinnor Optimistis, Target Stunting Kotim Tahun 2024 Turun Hingga 15,17 Persen Tercapai

Baca juga: Palangkaraya Zona Merah PMK, Cegah Penyebaran DKPP Suntik 500 Dosis Pada Hewan Ternak

Baca juga: Simulasi Tanggap Darurat Bencana Pemadaman Api, 181 Karyawan RS Siloam Palangkaraya Dilibatkan

Namun mereka baru berani cerita akhir-akhir ini kepada orang tuanya. Setelah kejadian sekitar 6 bulan sejak awal tahun 2022 lalu. 

"Ada 3 korban yang sudah melaporkan ke Polres Bartim. Kita tunggu saja kinerja dari Polres profesional menegakan kasus ini," kata Sandi, Kamis (14/7/2022). 

LBH Palangkaraya sendiri telah bertemu salah satu orang tua korban. Pihaknya telah diminta menjadi kuasa hukumnya, namun masih belum tanda tangan kontrak. Mereka berkomitmen untuk mengawal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. 

Lebih lanjut, kronologi dugaan kasus pelecehan seksual itu bermula saat korban mengurus atau mendaftar KIP lalu diminta memenemui terduga pelaku saat diluar jam kerja dan ruangan sepi. 

"Kelakuannya macam-macam ya. Ada yang ingin dicium, sampai juga ingin diraba dadanya. Tidak sampai disitu, ada juga di WA untuk jadi pacarnya dan diminta foto, fotonya itu di tempat tidur," ungkap Sandi

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial, Barito Timur Barnusa Mulano, saat dikonfirmasi mengenai salah seorang pejabat bawahannya yang diduga melakukan percobaan pelecehan seksual

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved