Berita Palangkaraya

Palangkaraya Zona Merah PMK, Cegah Penyebaran DKPP Suntik 500 Dosis Pada Hewan Ternak

Kota Palangkaraya masih dalam zona merah PMK. Sebaran hewan ternak diperketat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat. 

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Palangkaraya Zona Merah PMK,Kasus wabah penyakit mulut kaku (PMK) di Kota Palangkaraya pertanggal 11 Juli 2022 terdapat 134 hewan ternak yang terjangkit dihitung sejak bulan Juni 2022 lalu. Kota Palangkaraya masih dalam zona merah PMK. Sebaran hewan ternak diperketat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat.  

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Palangkaraya Zona Merah PMK, sehingga pengawasan ketat dilakukan instansi terkait agar PMK tidak menyebar luas.

Kasus wabah penyakit mulut kaku (PMK) di Kota Palangkaraya pertanggal 11 Juli 2022 terdapat 134 hewan ternak yang terjangkit dihitung sejak bulan Juni silam. 

Hal itu menyebabkan Kota Cantik masih dalam zona merah PMK. Sebaran hewan ternak diperketat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat. 

Kepala Bidang Kesmavet Sumardi menjelaskan hewan ternak yang berasal dari zona hijau PMK, masih bisa masuk ke Palangkaraya, kecuali hewan ternak dari zona merah, tak diperkenankan untuk masuk. 

"Yang pasti untuk ternak yang ingin didistribusikan dari Palangkaraya ke kabupaten lain, sudah lulus inspeksi kesehatan. Namun untuk keluar Provinsi Kalteng tidak diperbolehkan," kata Sumardi, Selasa (12/7/2022).

Dia menambahkan, untuk stok hewan ternak di Palangkaraya jika dikirim luar wilayah Kalteng masih belum memadai, "Lagi pula untuk stok hewan ternak kita tidak memadai untuk dikirimkan ke wilayah lain," tambahnya. 

Untuk kasus PMK saat ini terdapat 36 kasus suspek PMK. 11 diantaranya sudah terkonfirmasi positif dan 25 negatif. 

Kemudian untuk status hewan ternak, 88 ekor masih dinyatakan sakit, 42 ekor telah sembuh dan 4 ekor ternak harus dipotong paksa. Mengantisipasi PMK meluas, DKPP telah menyuntik 500 dosis pada hewan ternak

Sementara itu, usai hari raya Idul Adha, stok hewan ternak dikatakan masih kategori cukup sehingga masih dapat untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

"Masih aman sampai pekan depan. Setelah itu, DKPP akan kembali melakukan pendistribusian hewan ternak sehat lainnya," pungkas Sumardi. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved