Berita Palangkaraya

Kasus Pembunuhan di Palangkaraya, Reka Ulang & BAP Berbeda, Para Pelaku Tak Akui Perbuatan

24 adegan reka ulang yang diperagakan para tersangka pembunuhan Muhammad Sarwani (45), di Mapolres Palangkaraya, sangat bertolak belakang dengan BAP

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Satu pelaku memperagakan reka ulang adegan pembunuhan Muhammad Sarwani di Mapolresta Palangkaraya, Selasa (12/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Dari 24 adegan reka ulang yang diperagakan para tersangka pembunuhan Muhammad Sarwani (45), di Mapolresta Palangkaraya, sangat bertolak belakang dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

Kuasa Hukum kelima pelaku Soekah Elnyahun mengatakan, di berita acara pemeriksaan (BAP) para pelaku mengakui adanya penusukan dan penggorokkan.

“Pada BAP, para pelaku mengakui melakukan tindakan penggorokan dan penusukan. Namun saat rekonstruksi, tak ada adegan penggorokan dan penusukan,” ujarnya, Selasa (12/4/2022).

Soekah menanyakan ada apa dengan reka ulang adegan tersebut. Adanya adegan yang hilang, akan berdampak pada saat persidangan dilakukan.

“Dampaknya di persidangan, keterangan pelaku merupakan pembuktian. Saya khawatir para pelaku mendapat masukan-masukan dari orang yang tidak bertanggung jawab terhadap perkara ini,” ujarnya.

Baca juga: 24 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan, Keluarga Korban Protes Reka Ulang Penusukan Tak Ada

Ia melanjukan, bagaimana pun persidangan akan membuktikan peristiwa dari awal hingga akhir.

“Saya lihat hari ini, para pelaku berbeda dan tidak sesuai dengan BAP yang mereka tanda tangani,” ujarnya.

Pada BAP sudah tertulis jelas pengakuan dari para pelaku, bahwa ada tersangka yang menggorok dan menusuk korban.

“Saat saya mendampingi para pelaku, mereka memiliki perannya masing-masing. Namun saya bingung, mengapa pelaku menolak lagi telah melakukan menggorok dan penusukan,” ungkap Soekah Elnyahun.

Padahal, saat dilakukan pemeriksaan, tidak ada penekanan, pemaksaan, dan pengaruh.

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Muhammad Sarwani Karena Terlilit Hutang Sebesar Rp 32 Juta

Baca juga: Enam Pelaku Pembunuhan Muhammad Sarwani Menjalani Rekonstruksi di Mapolresta Palangkaraya

“Bahkan para tersangka diberikan makan, minum, hingga diperbolehkan untuk merokok saat pemeriksaan.

Pembunuhan terjadi di belakang rumah daerah Karanggan, lalu dipindah lagi hingga ke tempat dekat galian.

“Korban harusnya dibuang di area galian. Namun yang menjadi pertimbangan kita, mengapa pelaku tidak mengakui lagi perbuatannya. Padahal dalam BAP sudah jelas,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved