Breaking News:

PWNU Jatim: Bisnis Mata Uang Kripto Haram, Ada Spekulasi Merugikan, Tak Bisa Jadi Alat Transaksi

PWNU Jatim menerbitkan fatwa haram karena cryptocurrency atau mata uang kripto mengandung spekulasi yang bisa merugikan orang lain

Editor: Dwi Sudarlan
Pexel/Worldspectrum
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. PWNU Jatim menerbitkan fatwa haram untuk bisnis kripto 

TRIBUNKALTENG.COM, SURABAYA - Dalam kondisi pandemi covid-19, banyak orang yang berinvestasi atau bisnis mata uang kripto atau cryptocurrency karena keuntungan yang diperoleh bisa besar.

Namun, muncul polemik terkait haram tidaknya berinvestasi dalam mata uang kripto.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) secara tegas menyatakan investasi cryptocurrency atau mata uang kripto hukumnya haram.

Untuk menegaskan itu, mengutip kompas.com, PWNU Jatim menerbitkan fatwa haram karena cryptocurrency atau mata uang kripto mengandung spekulasi yang bisa merugikan orang lain.

Baca juga: Harga Bitcoin Terbaru Alami Penurunan, Kebijakan China Larang Transaksi Uang Kripto Jadi Sebab

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuaga: Aset Kripto Bukan Alat Pembayaran, Pemain Kripto yang Cerdas Perlu Tahu

Baca juga: Raja Lamar Calon Istri Pakai 2 Keping Uang Elektronik Bitcoin, Nilainya Capai Rp 1,6 Miliar

Fatwa tersebut diputuskan sesuai hasil kajian lembaga Bahtsul Masail pada Minggu (24/10/2021) lalu.

Utusan dari Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) dan beberapa pesantren se-Jawa Timur memutuskan hukum penggunaan cryptocurrency sebagai alat transaksi adalah haram karena bisa menghilangkan legalitas transaksi.

"Berdasarkan hasil bahtsul masail, cryptocurrency hukumnya haram," kata Wakil Ketua PWNU KH Ahmad Fahrur Rozi kepada wartawan seperti diberitakan Kompas TV, Rabu (27/10/2021).

Berdasarkan hasil kajian, mata uang crypto atau  kripto tidak bisa dijadikan instrumen investasi.

Uang kripto tak memenuhi sejumlah syarat

Pria yang karib disapa Gus Fahrur itu menyebutkan, ada beberapa alasan di balik fatwa haram tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved