Breaking News:

Investasi Bitcoin

Wamendag Jerry Sambuaga: Aset Kripto Bukan Alat Pembayaran, Pemain Kripto yang Cerdas Perlu Tahu

Jerry Sambuaga menegaskan bahwa aset kripto hanyalah sebuah komoditas dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Editor: Nia Kurniawan
FORUM MERDEKA BARAT 9
Jerry Sambuaga dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar secara virtual bertajuk "Menoropong Aset Kripto di Indonesia” 

TRIBUNKALTENG.COM - Wakil Menteri Perdagangan ( Wamendag ) Jerry Sambuaga mengatakan Indonesia terbuka dengan investor kripto tetapi tetap selektif.

Ya, ada batasan-batasan regulasi yang harus diikuti untuk melakukan kegiatan usaha sektor kripto di Indonesia.

Jerry Sambuaga menegaskan bahwa aset kripto hanyalah sebuah komoditas dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

"Perlu kita sampaikan kepada publik bahwa di Indonesia aset kripto hanyalah sebagai komoditas. Ini yang sering kita sampaikan. Clear, jelas, dan tegas. Kenapa? Karena banyak yang mungkin mis-persepsi, mungkin mengira ini bisa dijadikan sebagai alat pembayaran, padahal tidak. Alat pembayaran sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia hanyalah Rupiah," kata Jerry Sambuaga dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar secara virtual bertajuk "Menoropong Aset Kripto di Indonesia”, dilansir Tribunkalteng.com, Rabu (7/72021).

Baca juga: Berapa Kurs Bitcoin Hari Ini? Cara Singkat Investasi Bitcoin dan 13 Pedagang Aset Kripto Resmi

Baca juga: Zodiak Keuangan Kamis 8 Juli 2021, Taurus Butuh Uang Lebih Tapi Scorpio Harus Menabung

Wamendagpun menjelaskan, karena kripto hanyalah sebatas komoditas maka itu disebut sebagai aset kripto.

Ia memaparkan, jika pada tahun 2015 aset kripto belum begitu booming.

Namun, sekarang kalau lihat nilai transaksi berdasarkan data yang ada itu sebesar Rp101,7 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Menurutnya, ada potensi yang sangat besar dari komoditas ini karena ada antusiasme masyarakat khususnya generasi muda.

Tentunya, Kementerian Perdagangan kemudian akan meregulasi ini agar lebih sistematis dan ada peraturan yang jelas sebagai paying hulum.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved