Internasional

Harga Bitcoin Terbaru Alami Penurunan, Kebijakan China Larang Transaksi Uang Kripto Jadi Sebab

Harga bitcoin hari ini, Minggu (26/9/2021) dilaporkan turun. Hal ini setelah adanya kebijakan terbaru Pemerintah China pada mata uang kripto tersebut.

Editor: Rahmadhani
Pexel/Worldspectrum
Ilustrasi bitcoin dan mata uang kripto lainnya yang kini dilarang dipergunakan di China 

TRIBUNKALTENG.COM - Harga bitcoin dkk hari ini, Minggu (26/9/2021) dilaporkan turun. Hal ini setelah adanya kebijakan terbaru Pemerintah China pada mata uang kripto tersebut.

Kebijakan terbaru Pemerintah China menjadi penyebab turunnya harga bitcoin terbaru.

Bank sentral China, People Bank of China (PBoC) resmi melarang segala transaksi yang melibatkan Bitcoin dkk di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Hal tersebut tercantum di laman pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) di situs web resmi PBoC baru-baru ini.

Berdasarkan keterangan tersebut, layanan yang berhubungan dengan trading, sistem transaksi order matching, penerbitan token dan derivatif lainnya untuk mata uang virtual, dilarang dilakukan oleh masyarakat di sana.

Baca juga: Sudah Sempat Dilalui Moge, Presiden Jokowi Akhirnya Instruksikan Jembatan Sungai Alalak Dibuka

Baca juga: PRAKTIS Cara Transfer Pulsa Telkomsel Hingga Indosat dan XL, Berlaku Syarat Mudah dan Biaya

"Pertukaran mata uang virtual di pasar internasional, yang menggunakan internet dan melibatkan warga China, juga termasuk aktivitas keuangan ilegal," kata PBoC, dikutip KompasTekno dari CNBC, Minggu (26/9/2021).

Selain itu, PBoC juga bakal menginvestigasi sejumlah karyawan di China yang bekerja di sejumlah perusahaan asing yang berkecimpung di bisnis pertukaran mata uang kripto, serta melarang lembaga finansial lainnya terlibat dengan mata uang kripto.

“Lembaga keuangan dan lembaga pembayaran non-bank (juga) tidak dapat menawarkan layanan untuk kegiatan dan operasi yang terkait dengan mata uang virtual," imbuh PBoC.

Akibat adanya larangan ini, harga Bitcoin kembali anjlok ke angka 41.700 dolar AS per keping (sekitar Rp 595 juta) pada sesi perdagangan Sabtu (25/9/2021), turun sekitar 6 persen dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, angka tersebut bukan merupakan penurunan terendah Bitcoin dalam beberapa waktu belakangan.

Sebab, harga Bitcoin sempat menyentuh level 40.400 dolar AS (sekitar Rp 574 juta) pada sesi perdagangan Selasa (21/9/2021) pekan lalu, terendah sejak awal Agustus lalu yang nilainya "hanya" 38.000 dolar AS (sekitar Rp 542 juta) per keping.

Adapun penurunan harga Bitcoin pekan lalu konon disebabkan oleh kekhawatiran pasar global oleh potensi kebangkrutan yang dialami oleh Evergrande Group, perusahaan properti kedua terbesar di China.

Raksasa properti China tersebut dikabarkan tengah terlilit utang dalam dalam jumlah yang cukup fantastis, mencapai lebih dari 310 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 4.408 triliun.

Kembali lagi ke Bitcoin, pantauan KompasTekno di situs Coindesk, harga Bitcoin pada sesi perdagangan Minggu (26/9/2021) sendiri kini kembali sedikit naik ke level 42.000 dolar AS atau sekitar Rp 600 juta per kepingnya.

Presiden China Xi Jinping.
Presiden China Xi Jinping. (AFP / ALEXEY NIKOLSKY))
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved