Breaking News:

Berita Batara

Akibat Hujan Badai dan Angin Kencang di Muara Teweh, Pohon Tumbang Hantam Atap Rumah Warga

Hujan lebat disertai badai petir dan angin kencang Kota Muara Teweh mengakibatkan pohon tumbang hantam rumah warga dan sejumlah tiang listrik roboh

Penulis: Yosua | Editor: Sri Mariati
IST/seputarmuarateweh
Pohon tumbang menimpa rumah warga akibat hujan badai yang terjadi di Muara Teweh, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, MUARA TEWEH - Hujan lebat disertai badai petir dan angin kencang melanda Kota Muara Teweh, Minggu malam (24/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB.

Hujan badai tersebut menghantam beberapa atap rumah warga, pepohonan tumbang di ruas jalan, dan beberapa tiang listrik roboh.

Badai lebat ini mengguyuri Kota Muara Teweh kurang lebih sekitar satu jam mulai pukul 22.30-23.30 WIB.

Fenomena ini tidak menimbulkan kerusakan yang fatal, namun sempat terjadi pemadaman listrik dibeberapa wilayah kota Muara Teweh.

Baca juga: BMKG Palangkaraya Deteksi Munculnya 299 Titik Hotspot di Kalimantan Tengah pada 14 Oktober 2021

Baca juga: Prediksi BMKG Palangkaraya, Tengah Malam Hingga Subuh Kota Cantik Bakal Diguyur Hujan Ringan

Berdasarkan pengamatan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Beringin Barito Utara, Senin (25/10/2021) pukul 01.00 WIB.

Tercatan curah hujan sebesar 66.0 mm, sehingga termasuk hujan dengan intensitas sangat lebat.

Kecepatan angin maksimum mencapai 41-47 knot/75-88 km/jam yang menyebabkan kerusakan ringan pada atap bangunan dan beberapa pohon tumbang.

Forecaster BMKG Kota Muara Teweh, Nelly Handayani mengatakan, intensitas curah hujan yang sangat lebat disertai angin kencang.

Akibat hujan badai yang terjadi di Kota Muara Teweh mengakibatkan pohon tumbang disejumlah ruas jalan, Minggu (24/10/2021) malam.
Akibat hujan badai yang terjadi di Kota Muara Teweh mengakibatkan pohon tumbang disejumlah ruas jalan, Minggu (24/10/2021) malam. (IST/IG seputarmuarateweh)

“Ini dikarenakan adanya pola angin konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah Bagian Utara menuju ke bagian Utara Pulau Kalimantan,” jelasnya kepada Tribunkalteng.com, Senin (25/10/2021).

Menurut Nelly Handayani, kondisi ini menyebabkan terjadi pengumpulan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Barito Utara.

Sedangkan pantauan citra satelit Himawari, terdapat awan konvektif Cumulonimbus dengan suhu puncak awan mencapai -100 derajat celcius, Minggu (24/10/2021) pukul 20.30 WIB di wilayah Barito Utara, Kalimantan Tengah. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved