Breaking News:

Berita Kalteng

Virus Demam Babi Afrika Terdeteksi di Lima Wilayah di Kalimantan Tengah, 836 Kasus Babi Mati

Virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) terjadi di lima wilayah di Kalimantan Tengah terdeteksi di lima wilayah

Editor: Sri Mariati
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Ilustrasi, babi mati karena virus Demam Babi Afrika 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah mendeteksi Virus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) terjadi di lima wilayah di Kalimantan Tengah.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah Sunarti, lima wilayah tersebut meliputi, Palangkaraya, Pulang Pisau, Gunung Mas, Katingan, Murung Raya.

“Ya saat ini ASF ini ada di lima willayah tersebut, berdasarkan uji sampel dari tim kami,” ucapnya, kepada Tribunkalteng.com, Selasa (12/10/2021).

Sunarti mengatakan, virus Demam Babi Afrika ini diperkirakan terjadi sejak September lalu.

Berdasarkan data per 11 Oktober lalu jumlah kasus babi yang mati dari lima daerah tersebut mencapai 836 kasus.

Baca juga: Trend Penyebaran Covid-19 Kalimantan Tengah Makin Rendah Warga Abaikan Prokes

Baca juga: Akses Kalimantan Barat ke Kalimantan Tengah Dijaga Relawan

Dengan jumlah kasus tertinggi ditiga daerah yakni Palangkaraya sebanyak 297 kasus, Murung Raya 134 kasus dan Gunung Mas 242 kasus.

Untuk di Gunung Mas di Kota Kurun 72 kasus, Mihing Raya 59 kasus, dan Sepang 4 kasus, dan Tewah 74 kasus.

Sedangkan daerah Katingan di Oktober ini ada 124 kasus, yang meliputi daerah Katingan Hilir 4 kasus, Katingan Tengah 20 kasus, Pulau Malan 50 kasus, dan Tewang S Garing 50 kasus.

“Sehingga untuk data September hanya 70 kasus saja, namun melonjak menjadi 763 di Oktober ini,” bebernya Sunarti.

Baca juga: Perkebunan Kelapa Sawit Turut Jadi Penopang Ekonomi Kalimantan Tengah

Baca juga: Kalimantan Tengah Masih Daerah Endemis Rabies, Penularan Tertinggi dari Gigitan Anjing

Ungkap Sunarti, sampai saat ini pihaknya terus mendata dan mencatat kasus yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Serta mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap hewan ternaknya.

“Walaupun tidak menular ke manusia, namun alangkah baiknya daging babi jangan dikonsumsi dulu saat wabah virus ini,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved