Benarkah Rebo Wekasan, Rabu Terakhir Bulan Safar Banyak Musibah? Ini Penjelasan Ulama

Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir adalah kepercayaan adanya bencana dan musibah di hari Rabu terakhir Bulan Safar

Editor: Dwi Sudarlan
istimewa/surya
Ilustrasi Rebo Wekasan, Rabu terakhir bulan Safar yang diyakini banyak musibah, benarkah? Ini penjelasan ulama 

Pendapat ini disampaikan oleh Abu Dawud dari Muhammad bin Rasyid al-Makhuli dari orang yang mendengarnya.

Barangkali pendapat ini yang paling benar. Banyak orang awam yang meyakini datangnya sial pada bulan Safar, dan terkadang melarang bepergian pada bulan itu.

Meyakini datangnya sial pada bulan Safar termasuk jenis thiyarah (meyakini pertanda buruk) yang dilarang.” (Lathaif al-Ma’arif, hal 148).

Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari pernah ditanya tentang hukum Rebo Wekasan dan beliau menyatakan bahwa, “Semua itu tidak ada dasarnya dalam Islam (ghairu masyru’). Umat Islam juga dilarang menyebarkan atau mengajak orang lain untuk mengerjakannya."

Kepercayaan Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir pada Rabu terakhir Bulan Safar
Kepercayaan Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir pada Rabu terakhir Bulan Safar (istimewa/bpost)

Pendapat Ustaz Abdul Somad

Dipublikasikan di YouTube oleh Nasehat Islam pada 2 Juni 2018, Ustaz Abdul Somad membahas tentang tradisi umat Islam Indonesia di hari Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan ini.

Apakah dibolehkan atau tidak dalam Islam dan bagaimana hukumnya?

“Ziarah kubur di hari Rabu terakhir bulan Safar, boleh tidak? Ziarah kuburnya boleh, bagus saja itu. Lalu berdoa memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari segala musibah, ini juga boleh,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Sementara terkait keyakinan Allah menurunkan ribuan musibah di hari Rabu terakhir Safar atau Arba Musta’mir, menurutnya itu tak ada haditsnya.

“Itu menurut para ulama tasawuf, mereka dapat itu dari ilham bukan dari hadits Nabi Muhammad. Tapi, kalau mau berdoa meminta dihindarkan dari musibah, silakan saja. mau berdoa sambil bertawasul kepada wali-wali Allah juga boleh,” kata pria yang akrab disapa UAS ini.

Bertawasul adalah memakai atau menyebutkan nama para wali itu saat berdoa dengan harapan Allah akan mengabulkan doa kita berkat kemuliaan para wali Allah tersebut.

“Misalnya bertawasul dengan Wali Songo. Saat berdoa bilangnya begini: Ya Allah, berkat kemuliaan para wali-Mu ini, aku memohon kepada-Mu, dan seterusnya. Kalau ini boleh,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Rabu Wekasan 2021 Kapan? Ini Pandangan Ulama Tentang Amalan dalam Islam 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved