HUT Kemerdekaan RI

Sejarah Bendera Merah Putih, Simak Tata Cara Penggunaan dan Larangan terhadap Bendera Negara

Sejarah Bendera Merah Putih, simak tata cara penggunaan dan larangan terhadap Bendera Negara

Editor: Dwi Sudarlan
banjarmasinpost.co.id/istimewa
Ilustrasi pengibaran Bendera Merah Putih, simak sejarah, tata cara pengunaan dan larangan terhadap Bendera Negara 

TRIBUNKALTENG.COM - Sejarah Bendera Merah Putih, simak tata cara penggunaan dan larangan terhadap Bendera Negara.

Besok, bangsa Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-76.

Karena dalam kondisi masih pandemi covid-19, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI dilakukan secara terbatas bahkan virtual.

Dalam upacara HUT Kemerdekaan I inilah dikibarkan Bendera Merah Putih sebagai Bendera Negara.

Ya, bendera adalah salah satu identitas sebuah negara.

Baca juga: Quotes Sang Proklamator Bung Karno Jelang HUT Kemerdekaan RI, Cocok Dijadikan Status Medsos

Baca juga: Jadi Peserta Upacara Virtual HUT Kemerdekaan di Istana Negara? Segera Daftar di Sini, Kuota Terbatas

Bendera Indonesia berwarna merah dan putih, tentu ada maknanya.

Warna merah menggambarkan keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kesucian.

Sejarah Bendera Merah Putih

Dikutip dari Kemdikbud, kelahiran Bendera Sang Saka Merah Putih dilatarbelakangi oleh izin kemerdekaan dari Jepang pada 7 September 1944.

Jepang berjanji memberikan kemerdekaan kepada para pejuang untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Chuuoo Sangi In (badan yang membantu pemerintah pendudukan Jepang terdiri dari orang Jepang dan Indonesia) menindaklanjuti izin tersebut dengan mengadakan sidang tidak resmi pada tanggal 12 September 1944, dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Hal yang dibahas pada sidang tersebut adalah pengaturan pemakaian bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh Indonesia.

Hasil dari sidang ini adalah pembentukan panitia bendera kebangsaan merah putih dan panitia lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Fatmawati, istri Presiden Indonesia (saat itu) Soekarno menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih usai dirinya dan keluarga kembali ke Jakarta dari pengasingan di Bengkulu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved