Breaking News:

Berita Kalteng

Siswi SMK di Cempaga Kotim Nekat Tenggak Racun Pembasmi Rumput Berujung Maut, Dipicu Masalah Ini

Seorang siswi SMK di Desa Cempaka Mulya Barat Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, nekat menenggak racun pembasmi rumput.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
Siswi SMK di Cempaga Kotim Nekat Tenggak Racun Pembasmi Rumput Berujung Maut, Dipicu Masalah Ini
Polres Kotim
Korban saat masih hidup dan di rawat di rumah sakit dr Murjani Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, setelah menenggak racun tanaman.

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Cempaka Mulya Barat Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotim, Kalteng, nekat menenggak racun pembasmi rumput.

Nasib siswi warga Kecamatan Cempaka Kabupaten Kotim, Kalteng, ini akhirnya berujung kematian. Ia meninggal dunia di rumahnya setelah beberapa hari sebelumnya sempat dirawat di RS Murdjani Sampit. 

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Cempaga, Iptu Dwi Susanto membenarkan kejadian tersebut.

Pihak keluarga korban dinyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan.

Baca juga: Kota Palangkaraya Siapkan Perda Protokol Kesehatan, Pelanggar Prokes Dikenakan Sanksi Tipiring

Baca juga: Dinas Pendidikan Kapuas dan BAN S/M Kalteng Jalin Kerjasama, 37 Sekolah Belum Terakreditasi

Baca juga: Ini yang Dilakukan Dishub Kapuas untuk Mendukung PPKM, Ada 2 Kegiatan Penjagaan

"Memang benar ada kejadian tersebut (Korban meninggal beberapa hari setelah menenggak racun pembasmi rumput). Pihak keluarga tidak bersedia diotopsi. Sudah ada surat pernyataan resminya," ucap Kapolsek Cempaga, Iptu Dwi Susanto. 

Dijelaskan, korban nekat melakukan percobaan bunuh diri diduga karena dipicu masalah dalam keluarga.

Korban sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menenggak racun pembasmi.

Ulahnya itu kepergok pihak keluarga, namun korban sudah terlanjur menenggak racun hingga masuk dalam tubuhnya.

Mendapati kondisi mengkhawatirkan tersebut, pihak keluarga langsung melarikan korban ke puskesmat terdekat, Puskesmas Cempaga untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Setelah mendapatkan penanganan medis dari puskesmas, korban kemudian dirujuk ke RS Murdjani Sampit dan dirawat inap selama empat hari di rumah sakit setempat.

Pihak RS Murdjani kemudian menyarankan kepada pihak keluarga agar korban dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dan rencananya akan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin setelah PPKM selesai.

Namun saat itu, pihak keluarga membawa korban terlebih dahulu pulang ke rumah untuk dilakukan perawatan di rumah.

Namun perkembangan kemudian, setelah dirawat di rumahnya kondisi korban justru memburuk hingga akhirnya, Selasa (20/7/2021) pukul 20.30 WIB korban menghembuskan nafas terakhir, meninggal dunia.

Korban kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga pada Rabu (21/7/2021) di Desa Cempaka Mulia Barat Kabupaten Kotim.

(tribunkalteng.com/ faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved