Berita Nasional

Ternyata Bisnis Ini Penyebab Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kilogram

Gara-gara bisnis ini, pegawai KPK berinisial IGAS nekat mencuri barang bukti emas batangan seberat 1,9 kilogram yang digadaikan Rp 900 juta

Editor: Dwi Sudarlan
Antara/Aprilio Akbar
Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Gara-gara bisnis ini, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS nekat mencuri barang bukti emas batangan seberat 1,9 kilogram yang digadaikannya senilai Rp 900 juta.

KPK kembali menyedot perhatian publik.

Bukan karena operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tersangka kasus korupsi.

Tetapi, terkuaknya tindakan tidak terpuji yang dilakukanpegawai lembaga antikorupsi itu mencuri emas batangan yang merupakan barang bukti dari kasus korupsi.

Memang, akhirnya KPK memecat pegawai yang nakal tersebut.

Baca juga: Tragedi Perempuan Tewas Dibakar Mantan Suami Setelah Menyuguhkan Kopi

Baca juga: Misteri Abah Popon yang Tenar Setelah Terduga Teroris Ngaku Berguru untuk Dapat Ilmu Kebal

Pemecatan pegawai pegawai KPK berinisial IGAS yang ketahuan menilap barang bukti korupsi berupa emas seberat 1,9 kilogram ini karena berdasarkan sidang etik Dewan Pengawas KPK, yang bersangkutan terbukti mengambil barang bukti dan menggadaikannya senilai Rp 900 juta.

Pemecatan pegawai KPK ini dilakukan oleh sidang etik Dewan Pengawas KPK yang berlangsung Kamis (8/4).

Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean mengungkapkan hasil putusan dewan KPK ini pada Kamis (8/4) di Jakarta.

Pada pengumuman itu, Tumpak didampingi Anggota Dewan Pengawas KPK Harjono dan Syamsudin Haris.

Menurut Tumpak dalam dua minggu terakhir Dewan Pengawas KPK telah melakukan pemeriksaan dan persidangan terhadap pelanggaran kode etika pegawai KPK.

"Anggota Satgas menyimpan mengelola barang bukti di direktorat barang bukti. Perbuatan ini tergolong tindak pidana," kata Tumpak. 

Tumpak menjelaskan, pegawai KPK berinisial IGAS mengambil barang bukti yang ada di penyimpanan barang bukti, dalam perkara tersangka Yaya Purnomo (Sebelumnya terjadi kesalahan penulisan, tertulis Yahya Purnomo). 

Baca juga: Tidak Usah Nekat Mudik Meski Naik Mobil atau Sepeda Motor Pribadi, Sanksinya Berat Lho

Baca juga: PSK ABG 16-19 Tahun via Online Diungkap Polisi, Tarif untuk Pria Bule Rp 2 Juta, Lokal Rp 500 Ribu

Sebagai informasi kasus Yaya Purnomo yang merupakan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjadi tersangka kasus mavia anggaran di beberapa pemerintah daerah. Majelis Hakim Pengadilan tipikor telah memvonis Yaya Purnomo dengan hukuman 6,5 tahun penjara plus denda sebesar Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. 

Dalam persidangan Jaksa KPK telah membuktikan Yaya bersalah dan berkongkalikong dengan mantan anggota DPR bernama Amin Santono untuk memberikan tambahan alokasi anggaran Kabupaten Lampung Tengah dari APBN tahun 2018.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved