Breaking News:

Berita Nasional

Ternyata Bisnis Ini Penyebab Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kilogram

Gara-gara bisnis ini, pegawai KPK berinisial IGAS nekat mencuri barang bukti emas batangan seberat 1,9 kilogram yang digadaikan Rp 900 juta

Antara/Aprilio Akbar
Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean 

"Anggota Satgas menyimpan mengelola barang bukti di direktorat barang bukti. Perbuatan ini tergolong tindak pidana," kata Tumpak. 

Tumpak menjelaskan, pegawai KPK berinisial IGAS mengambil barang bukti yang ada di penyimpanan barang bukti, dalam perkara tersangka Yaya Purnomo (Sebelumnya terjadi kesalahan penulisan, tertulis Yahya Purnomo). 

Baca juga: Tidak Usah Nekat Mudik Meski Naik Mobil atau Sepeda Motor Pribadi, Sanksinya Berat Lho

Baca juga: PSK ABG 16-19 Tahun via Online Diungkap Polisi, Tarif untuk Pria Bule Rp 2 Juta, Lokal Rp 500 Ribu

Sebagai informasi kasus Yaya Purnomo yang merupakan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjadi tersangka kasus mavia anggaran di beberapa pemerintah daerah. Majelis Hakim Pengadilan tipikor telah memvonis Yaya Purnomo dengan hukuman 6,5 tahun penjara plus denda sebesar Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. 

Dalam persidangan Jaksa KPK telah membuktikan Yaya bersalah dan berkongkalikong dengan mantan anggota DPR bernama Amin Santono untuk memberikan tambahan alokasi anggaran Kabupaten Lampung Tengah dari APBN tahun 2018.

Karena kasus hukum Yaya Purnomo telah memiliki kekuatan hukum tetap maka barang bukti yang diantaranya berupa emas batangan ini  telah menjadi barang rampasan yang harus di lelang untuk negara. 

Menurut Tumpak barang bukti emas batangan ini ada empat unit, kalau ditotal jumlahnya mencapai 1,9 kilogram. "Kurang 100 gram dua kilo," katanya.

Bisnis Forex

Sebagian dari barang bukti yang sudah diambil IGAS dan dikategorikan sebagai pencurian atau penggelapan. Menurut Tumpak  barang tersebut digadaikan untuk membayar utang-utang IGAS yang jumlahnya cukup besar.

Utang tersebut diduga berasal dari kegagalan investasi valuta asing atau foreign exchange (Forex). 

"IGAS terlibat bisnis forex yang tidak jelas," kata Tumpak Hatorangan.

Halaman
123
Editor: Dwi Sudarlan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved