Iran vs Amerika

Perang Iran vs Amerika, AS Cegat Kapal di Laut Arab dan Perintah Tembak Dari Trump

Kondisi Selat Hormuz. Update Iran vs Amerika. Harga minyak mentah Brent, standar internasional, hampir 50 persen lebih tinggi.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni via tribunnews
Update Iran vs Amerika. Harga minyak mentah Brent, standar internasional, hampir 50 persen lebih tinggi daripada saat perang dimulai karena cengkeraman Iran atas Selat Hormuz 

TRIBUNKALTENG.COM - Update Iran vs Amerika. Harga minyak mentah Brent, standar internasional, hampir 50 persen lebih tinggi daripada saat perang dimulai karena cengkeraman Iran atas Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dunia pada masa damai.

Ya, Iran menyerang tiga kapal pekan lalu, sementara AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Diprediksi Naik, Pemko Palangka Raya Siapkan Operasi Pasar

Kemudian Trump telah memerintahkan militer untuk "menembak dan membunuh" kapal-kapal kecil yang mungkin sedang memasang ranjau.

Upaya perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran gagal setelah diplomat tertinggi Teheran meninggalkan Pakistan dan utusan Presiden Donald Trump tidak datang setelah ia memerintahkan mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Islamabad.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah mencegat sebuah kapal dagang yang dikenai sanksi di Laut Arab, Sabtu (25/4/2026).

Langkah tersebut seiring dengan semakin intensifnya penegakan blokade yang dipimpin AS terhadap ekspor energi Iran.

Kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai Sevan, digambarkan sebagai bagian dari "armada bayangan" yang terdiri dari 19 kapal yang dituduh mengangkut produk minyak dan gas Iran ke pasar luar negeri yang melanggar sanksi AS.

Dilansir Arab News, menurut Komando Pusat, kapal tersebut dicegat oleh helikopter Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari kapal perusak rudal berpemandu USS Pinckney.

Militer AS mengatakan, Sevan sekarang mematuhi instruksi untuk berbalik arah menuju Iran di bawah pengawalan, menandai tindakan penegakan maritim terbaru dalam serangkaian tindakan yang terkait dengan blokade tersebut.

Pejabat AS mengatakan, armada yang menjadi sasaran telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena memfasilitasi pengangkutan ekspor energi Iran senilai miliaran dolar, termasuk propana dan butana.

Sejak awal blokade, Komando Pusat mengatakan 37 kapal telah dialihkan, yang menggarisbawahi upaya Washington untuk mengekang pendapatan minyak Teheran di tengah ketegangan regional yang sedang berlangsung.

Presiden AS mengindikasikan bahwa kini bola berada di tangan Iran.

“Jika mereka ingin bicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon,” kata Trump di media sosial, dikutip dari AP News.

Negosiasi tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti pembicaraan tatap muka bersejarah awal bulan ini antara AS, yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, dan Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.

Namun, para pejabat Iran mempertanyakan bagaimana mereka dapat mempercayai AS setelah pasukan AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tanggapan atas penguasaan Iran atas Selat Hormuz.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved