Breaking News:

Berita Palangkaraya

Palsukan Tandatangan Dalam Surat Kuasa Saat Jual Beli Tanah FEK Ditangkap Polisi

Seorang warga Kelurahan Tanjung Pinang Palangkaraya yang tinggal di Jalan Bengaris Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Minggu (7/3/2021) mendekam

Tribunkalteng.com / faturahman
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Kiswanto Eko Saputro. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang warga Kelurahan Tanjung Pinang Palangkaraya yang tinggal di Jalan Bengaris Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Minggu (7/3/2021) mendekam di tahanan Polda Kalteng karena memalsukan tanda tangan dalam surat kuasa untuk jualbeli tanah.

Informasi terhimpun, menyebutkan, Frans Ever Kilat (FEK) berumur 48 tahun warga Jalan Bengaris Kelurahan Tanjung pinang Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini nekat memalsukan tandatangan pemilik tanag dalam surat kuasa untuk menjual tanah senilai Rp 7 miliar.

Korban membeli tanah tersebut pada Bulan Desember 2019 dengan harga Rp 7 miliar untuk pembayaran pertama sudah dibayarkan oleh pembeli sebesar Rp 1,25 miliar, belakangan diketahui oleh pemilik yang tidak pernah menjual tanah miliknya tersrbut.

Merasa keberatan dengan transaksi jual beli tersebut ilegal, karena pemilik merasa kuasa jual beli tanah dipalsukan tandatangannya dalam surat kuasa yang dibuat oleh pelaku, dan terjadi jual beli, sehingga berlanjut pada masalah hukum pelaporan kepada pelakunya.

Baca juga: Bangunan Pasar Rakyat Pelaihari Tala Kalsel Terbengkalai, Diselimuti Debu

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Kiswanto Eko Saputro membenarkan perihal tersebut, dia mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Polda Kalteng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan pihak lain tersebut.

"Pelakunya sudah kami amankan, dia bernama Frans Ever Kilat, yang ditangkap atas adanya laporan korban Yatlinoto (56) warga Jalan Samudin Aman Kota Palangkaraya, terkait proses jual beli tanah hingga miliaran rupiah tersebut," ujar Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro.

Eko menerangkan, pelakunya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, atas penjualan tanah milik korban tanpa sepengetahuan korban dengan memalsukan tanda tangan pada surat penyerahan sebidang tanah di Jalan Perintis Kelurahan Panarung, Kecamtan Pahandut Palangkaraya, Kalteng.

"Tanah tersebut dijual tersangka ke Khanis Yovani pada Bulan Desember 2019 seharga Rp 7 miliar dan sudah dibayarkan ke tersangka sebesar Rp 1,25 miliar," ujarnya.Pihaknya juga sempat melakukan konfrontir dengan korban, hasilnya terbukti korban tidak pernah memberikan kuasa kepada tersangka untuk menjual tanah tersebut, sehingga pelaku ditangkap.

Penyidik Polda Kalteng juga sudah melakukan pengujian dilaboratorium forensik dan hasilnya tanda tangan korban yang ada di surat yang dipalsukan tidak identik dengan tanda tangan aslinya, sehingga hal tersebut juga memperkuat tindak kriminalitas yang dilakukan tersangka." Tersangka kena pasal 263 KHUPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved