Berita Palangkaraya

Palangkaraya Masih Melakukan Pengkajian Soal Wacana Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Menteri Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewacanakan tahun 2021 sekolah boleh dilakukan melalui tatap muka jika semua pihak setuju dan siap.Kota

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/ faturahman
Satgas Penanganan Covid-19 di Palangkaraya, terus melakukan Operasi Yustisi untuk menekan angka Penularan Covid-19. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Menteri Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewacanakan tahun 2021 sekolah boleh dilakukan melalui tatap muka jika semua pihak setuju dan siap. Kota Palangkaraya hingga, Kamis (26/11/2020) masih belum memutuskan sekolah tatap muka tersebut.

Beberapa orang tua siswa di di Palangkaraya, ada yang menyatakan siap saja untuk anak mereka ikut tatap muka, namun lebih banyak belum setuju jika sekolah tatap muka dilakukan awal tahun, karena Palangkaraya masih tinggi penyebaran Covid-19.

"Saya kurang setuju jika sekolah tatap muka dilakukan saat penularan Virus Corona masih tinggi terjadi di Palangkaraya. Apalagi jika dilihat saat ini, jumlah kasus penularan virus corona trennya meningkat sehingga sebaiknya tidak terburu-buru melakukan sekolah tatap muka," ujar Alfiansyah, salah satu orang tua siswa di Palangkaraya, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Izin Sekolah Tatap Muka di Tangan Pemda, DPRD Kalsel Sarankan Dimulai 2021

Wacana yang digaungkan Mendikbud tersebut masih menjadi polemik di Palangkaraya. Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya, Emi Abriyani, mengungkapkan, wacana sekolah tatap muka di wilayah kota masih belum ada keputusan karena masih dilakukan kajian secara mendalam.

“Kami bersama Dinas Pendidikan terus melakukan pengkajian terkait wacana pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka dengan melakukan kajian epidemologi dan melihat perkembangan Kasus Covid-19 di Palangkaraya,” ujarnya.

Emi membenarkan adanya wacana proses belajar - mengajar secara tatap muka yang dilempar pemerintah pusat direncanakan Januari 2021 mendatang. Namun, Kota Palangkaraya perlu melakukan kajian mwndalam melaihat beberapa aspek dahulu sebelum memutuskannya.

Menurut Emi, jika dalam kajiannya, ternyata Palangkaraya belum bisa melaksanakan sekolah secara tatap muka maka pihaknya tidak merekomendasikannya."Jika hasilnya disimpulkan tatap muka berisiko tinggi tentu belum bisa laksanakan,” ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman).

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved