Breaking News:

Berita Kotim

Dicemari Sampah Industri dan Rumah Tangga, Begini Pemandangan Sungai Mentaya Sampit

Peringatan Pemkab Kotim melarang warganya agar tidak membuang sampah di sungai, belum dipatuhi sepenuhnya. Sampah masih terliha mencemari sungai

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Sampah di Sungai Mentaya, Sampit. 

Editor: Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -  Meski  peringatan  disampaikan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Pemkab Kotim Kalimantan Tengahagar warga tidak membuang sampah ke Sungai, namun warga tetap mengabaikan larangan tersebut.

Hingga, Jumat (21/8/2020) masih saja tampak sampah rumah tangga bertebaran di Sungai Mentaya Sampit.

Bukan hanya sampah rumah tangga yang tampak larut di Sungai Mentaya termasuk sampah potongan kayu diduga dari industri pengolahan kayu juga mencemari Sungai Mentaya sehingga sangat mengotori karena volume sampah yang cukup banyak.

Tumpukkan sampah tampak larut si Sungai Mentaya terutama pada pagi hari, juga sore hari.

Pendangkalan Sungai Mentaya, Begini Kata Pengusaha Sampit Ini

KaltengPedia - Pelabuhan Sampit Kotim di Jantung Kota Mentaya

Jalan Darat Sampit-Kualapembuang Ambruk Dihantam Arus Deras Sungai Mentaya

Sampah yang dibuang ke sungai saat air pasang larut ditengah sungai sehingga bagi warga yang sedang santai duduk menikmati pemandangan sungai terganggu oleh tumpukkan sampah tersebut.

Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, telah memasang beberapa spanduk beberapa titik di Sungai Mentaya yang berisi tentang pemberitahuan berupa larangan membuang sampah di sungai, karena ada sanksi hukum yang akan diterima jika kedapatan membuang sampah di sungai, namun sayangnya tidak digubris oleh sebagian warga.

Sementara itu, Mardedi, salah satu warga yang tinggal dibantaran Sungai Mentaya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, mengaku, selama ini belum ada fasilitas tempat pembuangan sampah bagi warga yang tinggal dibantaran Sungai Mentaya, sehingga banyak warga pinggiran sungai yang membuang sampah di sungai.

"Saya berharap agar ada petugas yang memungut sampah untuk warga bantaran sungai, agar bisa membantu warga bantaran sungai, karena sejak orang tua kami dulu membuanh sampah di sungai. Memang harusnya pola itu dirubah, tentu harus ada kerjasama antara warga dan pengambil kebijakan," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved