Berita Kotim

Jalan Darat Sampit-Kualapembuang Ambruk Dihantam Arus Deras Sungai Mentaya

Jalan penghubung jalur darat satu-satunya menghubungkan dua kabupaten tersebut ambruk.

Penulis: Fathurahman | Editor: Edinayanti
tribunkalteng.com/fathurahman
Jalan yang ada di atas gorong-gorong atau box culvert di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini, ambruk diduga akibat terkikis arus deras Sungai Mentaya 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Warga Sampit yang melintas di Jalan arah Sampit menuju Pantai Ujung Pandaran, maupun Warga Kuala Pembuang (Seruyan) yang menuju Sampit harus berhati-hati.

Jalan penghubung jalur darat satu-satunya menghubungkan dua kabupaten tersebut ambruk.

Jalan box culvert di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ambruk pada salah satu jalurnya, akibat arus deras Sungai Mentaya atau selokan yang ada di kawasan tersebut.

Tugas Baru Tagana Kapuas di Masa Pandemi Covid-19, Jadi Petugas Pemakaman Jenazah

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Bisa Dilihat Minggu 21 Juni 2020, Hanya Daerah Ini yang Dilalui

Kejadian tersebut sejak sepekan yang lalu.

Warga dari Kuala Pembuang menuju Sampit maupun sebaliknya merasa was-was melintas di satu jalur tersebut.

Merekaa khawatir sisi lainnya juga akan ambruk bila ada hantaman arus deras air sungai.

Kerawanan bagi pengendara terutama saat melintas jalan tersebut pada malam hari.

Kondisi jalan gelap, bila pengendara tidak tahu bisa mengakibatkan kendaraan masuk ke titik jalan yang ambruk pada sisi kiri.

Nasir salah satu pengendara yang lewat di lokasi tersebut pada malam hari mengaku nyaris saja masuk ke jalan yang runtuh tersebut.

"Saya lewat malam hari saat awal jalan itu ambruk, untung saja ada yang memberikan tanda di sekitar jalan ambles tersebut, saya ambil sisi yang masih aman untuk dilewati," ujarnya.

Pada sisi jalan yang masih bisa dilewati kendaraan, oleh instansi terkait diperkuat dengan memasang besi plat tebal di bagian atas jalan sehingga kendaraan lewat bergantian.

Jalur jalan yang ambruk masih dalam perbaikan oleh instansi teknis.

Informasi dari Kepala Desa Sei Ijum Raya, Samsul, box culvert jalan tersebut, ambruk seminggu yang lalu saat malam hari.

Saat itu air dari arah sungai Mentaya sedang pasang dan deras.

Dia mengatakan, untuk warga yang melakukan perjalanan malam hari memang harus berhati-hati.

"Kami sudah pasang lampu agar terlihat pengendara," ujarnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved