Berita Kotim

Pendangkalan Sungai Mentaya, Begini Kata Pengusaha Sampit Ini

Pengusaha Sampit meminta Pemkab Kotim atau Kalteng belajar kelola alur untuk mengatasi pendangkalan Sungai Mentaya.

TRIBUN KALTENG.COM/FATURAHMAN
M Gumarang, pengusaha di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah ( Kalteng). 

Editor:  Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG.COM, SAMPIT - Pendangkalan di alur Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah ( Kalteng ), membuat kapal-kapal harus menunggu air pasang.

Situasi demikian, tidak hanya saat ini. Namun, sudah sejak lama. Seperti yang terungkap dalam perbincangan Asisten Manajer Produksi Banjarmasinpost, Agus Rumpoko, di program acara B-Talk dengan Muhammad Gumarang, seorang pengusaha di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah ( Kalteng).

Bahasannya, mengenai masalah pendangkalan alur Sungai Mentaya di Kabupaten Kotim. 

Diceritakan Eko, sapaan akrab Agus Rumpoko, pengalamannya 30 tahun yang lalu saat pernah singgah di Sampit.

Itu terjadi setelah melakukan perjalanan dari Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, saat melakukan traveling untuk menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

KaltengPedia - Pelabuhan Sampit Kotim di Jantung Kota Mentaya

Aktivitas Kapal Laut di Kalteng Meningkat, Pendangkalan Sungai Mentaya Jadi Kendala

Sungai Mentaya Membelah Kota Sampit di Kabupaten Kotim Kalimantan Tengah, Kini Alami Pendangkalan

Buaya Ganas di Sungai Mentaya Sampit, Kalteng, Pulau Hanaut Jadi Wadah Berjemur

"Saya naik kapal penumpang Krakatau dari Banjarmasin menuju Pangkalanbun. Namun dari Pangkalanbun untuk pulang ke Banjarmasin, saya kembali naik kapal KM Kalla Line untuk singgah dulu ke Sampit. Dari Pangkalanbun menuju Sungai Mentaya malam, kapal tidak bisa bergerak karena kandas, sehingga menunggu hingga siang di muara Sungai Mentaya," ujarnya.

Menurut Eko penumpang KM Kalla Lines terpaksa menunggu air pasang dari malam hari hingga siang hari sekitar pukul 10.00 wib , bertepatan dengan air pasang.

"Sore menjelang malam saya kembali nail kapal yang sama, saat ingin keluar Sungai Mentaya ternyata juga kandas mendekati muara," ujarnnya.

Menanggapi hal tersebut, M Gumarang yang juga adalah Penasihat Kadin Kabupaten Kotim, mengatakan, lalu lintas kapal dari luar menuju Banjarmasin saat ini tidak lagi kandas karena pengelolaan yang baik dari Perusahaan Daerah di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

"Sebenarnya, Kabupaten Kotim atau Kalteng bisa saja belajar dengan pengelolaan alur Sungai di Banjarmasin. Karena hingga saat ini, lalu lintas kapal di Banjarmasin tidak lagi terjadi kandas untuk kapal, Diperlukan juga Kantor Distrik Navigasi sendiri untuk Kabupaten Kotim, sehingga tidak lagi tergantung dari navigasi di Banjarmasin," ujarnya.

Perbincangan mengenai pengelolaan Sungai Mentaya yang saat ini mengalami pendangkalan karena sudah lama tidak dikeruk,   juga semakim hangat saat live online di Program B-Talk dengan Muhammad Gumarang Pengurus Apindo Kotim.

Karena, bisa menarik banyak youtuber dan warganet untuk ikit berinteraksi dalam program B-Talk Banjarmasinpost.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved