Kalteng Kita

Aktivitas Kapal Laut di Kalteng Meningkat, Pendangkalan Sungai Mentaya Jadi Kendala

Hasil pantauan BPS Kalteng tersebut, frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Kalimantan Tengah meningkat 5,23 persen, dari 669 kunjungan pada Juli 2

Aktivitas Kapal Laut di Kalteng Meningkat, Pendangkalan Sungai Mentaya Jadi Kendala
Polres Kobar
Arus balik Idulfitri 2019 yang menggunakan kapal laut di Pelabuhan Kumai mulai terasa sejak beberapa hari terakhir. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mendata kunjungan kapal laut yang singgah di Pelabuhan Kalteng khususnya Pelabuhan Sampit Kotawaringin Timur dan Kumai Kotawaringin Barat dan Pelabuhan Bahaur Pulangpisau, meningkat.

Hasil pantauan BPS Kalteng tersebut, frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Kalimantan Tengah meningkat 5,23 persen, dari 669 kunjungan pada Juli 2019 lalu, menjadi 704 kunjungan pada Agustus 2019.

Peningkatan frekuensi kunjungan ini disebabkan adanya penambahan kunjungan kapal laut di Pelabuhan Kumai sebanyak 31 kali, Sampit 10 kali kunjungan, dan Pulangpisau sebanyak 10 kali kunjungan).

Sejalan dengan peningkatan frekuensi kunjungan kapal laut, volume arus barang juga meningkat sebesar 11,33 persen berasal dari volume bongkar barang 6,02 persen dan muat barang 13,51 persen.

Arus Balik Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Utar Meningkat, KPPP Kumai Lakukan Pengamanan

Kucing Ini Harus Diinfus, Gara-gara Kelelahan Menyetubuhi 5 Betina Dalam Semalam

Download Lagu Remix 2019 DJ Una Hingga DJ Nanda Lia, Full Album Remix 2019

Kenaikan frekuensi kunjungan kapal relatif tidak diimbangi oleh bertambahnya jumlah penumpang, yang justru malah merosot hingga 25,63 persen yakni dari 49.508 orang pada Bulan Juli 2019 menjadi 36.819 pada Bulan Agustus 2019.

"Penurunan aktivitas penumpang ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah penumpang yqng datang sebanyak 44,27 persen. Periode yang sama tahun lalu, frekuensi kunjungan kapal selama Bulan Januari-Agustus 2019 masih mengalami kenaikan mencapai 1,10 persen," ujar Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri.

Pantauan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, selama musim kemarau hingga, beberapa kapal sempat menunggu di muara Sungai Mentaya hingga beberapa jam, akibat alur surut, kapal baru bisa masuk setelah air pasang.

"Kami terus berupaya untuk melakukan pengerukan alur Sungai Mentaya yang mengalami pendangkalan, dengan melibatkan beberapa pihak untuk membantu dalam melakukan pengerukan alur sungai yang dangkal tersebut," pungkasnya. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved