Berita Sampit

Puluhan Ribu Sabut Dibakar, Warga Teluk Sampit dan MHS Hanya Jual Batok Kelapa

Pekebun dan pengupas buah kelapa di Teluk Sampit dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kalteng hanya manfaatkan buahnya saja dan membakar sabutnya.

TRIBUN KALTENG.COM/FATURAHMAN
Mulyadi, pengupas buah kelapa, berdiri di belakang tumpukan sabut yang sedang dibakar di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng). 

Editor:  Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG.COM, SAMPIT - Sabut kelapa banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Namun tidak demikian di kawasan penghasil buah kelapa yang terbilang sangat melimpah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng),

Kedua daerah tersebut adalah Kecamatan Teluk Sampit dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) , Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng.

Ribuan batang pohon kelapa milik masyarakat sejak dahulu, dipelihara secara turun temurun. 

Namun sayangnya, tidak semua bagian kelapa yang dimanfaatkan oleh warga Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan maupun Warga Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit.

Pantauan di pinggiran Jalan Penghubung Sampit (Kabupaten Kotim) ke Kuala Pembuang (Seruyan), ada ratusan sabut kelapa yang dibakar yang tidak dimanfaatkan oleh pemilik kebun.

VIRAL Video Detik-detik Pria di Sampit Injak Kepala Kucing hingga Mati, Pemilik Toko Ngeri Melihat

Pendangkalan Sungai Mentaya, Begini Kata Pengusaha Sampit Ini

KaltengPedia - Pelabuhan Sampit Kotim di Jantung Kota Mentaya

Simpan Sabu, Warga Kotim Ini Ditangkap Petugas Satresnarkoba Polres Pulangpisau

Mukyadi alias Imul berumur 54 tahun, merupakan salah seorang pekerja pengupas buah kelapa di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (28/7/2020). 

Pak Mul, panggilan akrabnya, mengaku hanya merupakan orang upahan pemilik kebun saja untuk mengupas kulit kelapa.

"Yang dijual kepada pengepul hanya batok kelapanya saja. Kalau untuk sabut kelapnya, memang dibuang dan dibakar, sedangkan air kelapa yang tua bisa saja dimanfatkan," ujarnya.

Mul mengatakan, batok kelapa yang dibeli pengepul biasanya dikirim ke Pulau Jawa untuk dimanfaatkan menjadi berbagai macam suvenir, kancing baju, alat dapur dan lainnya.

"Sebenarnya sabut kelapa ini juga bisa dimanfaatkan tetapi jarang yang mau membelinya sehingga kami bakar saja," ujarnya.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved