Berita Palangkaraya

Penutupan Pasar Besar Palangkaraya Tak Berpengaruh Pada Kenaikan Harga

penutupan pasar besar selama tiga hari tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap kenaikan harga pangan.

tribunkalteng.com/Faturahman
Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng, Rihando 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, melalui Gugus Tugas Covid-19 setempat, belum lama tadi menutup operasional Pasar Besar Palangkaraya selama tiga hari untuk sterilisasi memutus penularan covid-19 di kota tersebut.

Hal itu mendapat perhatian Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah di Palangkaraya yang melihat dampak penutupan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Rihando, mengungkapkan, penutupan pasar besar selama tiga hari tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap kenaikan harga pangan.

Menurut Rihando, pihaknya telah melakukan penelusuran berdasarkan data pusat informasi pangan strategis (PHPS).

Diperkuat Armada Kuno, Tapi Tentara Korea Punya Kekuatan Ini yang Tetap Harus Diwaspadai

Raffi Ahmad Diledek Sule Gegara Beri Uang Bulan Gigi Cuma Segini, Berapa Ya?

Mulai Dilonggarkan, Hasil Rapid Tes dan PCR Covid-19 Kini Berlaku 14 hari

Penutupan Pasar Besar milik swasta selama tiga hari sejak tanggal 14 sampai 16 Juni 2020 lalu, tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan harga pangan di Palangkaraya.

Dikatakan dia, permintaan masyarakat tetap stabil, dan persediaan yang memadai dari pasar lainnya, yakni Pasar Kahayan milik Pemko Palangkaraya.

"Pasar Kahayan menjadi faktor yang meredam risiko naiknya harga pada masa penutupan Pasar Besar tersebut," ujarnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, penutupan pasar dalam waktu yang lebih panjang berpotensi mempengaruhi harga apabila permintaan masyarakat di atas normal, sementara pasar lainnya tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pasar Besar Palangkaraya, Hamidan, Minggu (28/6/2020) mengatakan, selama merebaknya kabar Pasar Besar menjadi klaster besar covid-19 membuat transaksi perdagangan di pasar milik swasta tersebut makin sepi pengunjung.

"Kunjungan masyarakat makin kurang, transaksi sepi, karena pelanggan menjadi takut ke pasar, lantaran maraknya kabar tentang penyebaran covid-19 di Pasar Besar Palangkaraya. Banyak pedagang yang mengeluhkan turunnya transaksi jual beli selama pandemi," ujarnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved