Wabah Virus Corona

Ahli Mikrobiologi Sebut Sampel Tes Swab Bisa Rusak Jika Disimpan Lebih dari 5 Hari

Profesor Yuwono, ahli mikrobiologi dari Rumah Sakit Pusri, Palembang, menjelaskan sampel tes swab Covid-19 bisa rusak jika disimpan lebih dari 5 hari

banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Ilustrasi - Suasana tes swab massal di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, hari ini Sabtu (6/6/2020) lalu 

TRIBUNKALTENG.COM - Saat ini tes swab Covid-19 makin sering dilakukan, bahkan dilakukan secara massal, yang tentunya juga membuat pemeriksaan di laboratorium semakin banyak.

Profesor Yuwono, ahli mikrobiologi dari Rumah Sakit Pusri, Palembang, menjelaskan sampel tes swab Covid-19 bisa rusak jika disimpan lebih dari lima hari.

Pemeriksaan sampel tes swab harus segera dilakukan setelah sampel diambil agar sampel tak rusak.

"Terkecuali jika sampel tersebut sudah diekstraksi dan dimasukkan dalam lemari pendingin. Sampel tersebut bisa tahan hingga satu bulan. Namun, jika tidak sampel hanya bisa bertahan selama lima hari, lebih dari itu rusak," kata Yuwono saat dihubungi, Sabtu (13/6/2020).

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Praktis, Konsumsi 14 Buah & Sayuran Bervitamin C Ini

5 Khasiat Minum Air Rebusan Daun Singkong, Punya Kandungan Isoflavon yang Penting untuk Tubuh

Terkait pemeriksaan swab di Sumsel, Yuwono menyebut kapasitas pemeriksaan terus ditambah untuk mengantisipasi penumpukan.

"Sekarang sehari sekitar 800 sampel per hari yang sudah bisa diperiksa," ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri juga mengakui masih banyak hasil tes swab yang belum keluar dua pekan pasca-pemeriksaan.

Hal tersebut disebabkan petugas terkendala pencocokan data dari pasien.

"Sebenarnya sampel yang diambil sebelum bulan Juni sudah selesai diperiksa. Namun, sekarang hanya masih pencocokan data sampel. Semestinya pihak rumah sakit yang mengirimkan sampel harus berperan aktif dengan BBLK menanyakan soal sampel," ujar Yusri.

Warga di Banjarmasin jalani test swab, Kamis (21/5/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI)
Saat ini, ada tiga laboratorium yang dioperasikan di Palembang, yaitu di Laboratorium Balai Besar Kesehatan (BBLK) Palembang, Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya (Pusri), dan Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH).

Halaman
12
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved