Berita Palangkaraya

Puasa Bukan Alasan Malas-malasan, Ahli Gizi di Palangka Raya Bagikan Tips Agar Tetap Bugar

Berikut tips agar tetap bugar dan tidak lemas saat menjalankan ibadah puasa yang sebentar lagi, ini tips dari ahli gizi yang ada di Palangkaraya

Tayang:
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Instagram.com/auntyn.kitchen
Ilustrasi bulan Ramadhan, berikut tips agar tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sebentar lagi umat Islam akan menjalani ibadah puasa, diperkirakan Sabtu (1/3/2025) akan menjadi awal Ramadan. Saat itu, selama satu bulan itu umat Islam menahan lapar dan dahaga. Namun bukan berarti menjadi alasan untuk bermalas-malasan. 

Selama puasa, terjadi perubahan metabolisme tubuh, dari yang terbiasa makan tiga kali sehari, berganti menjadi dua kali saja yakni saat sahur dan berbuka. Kondisi itu menyebabkan tubuh lemas saat berpuasa. 

Tubuh lemas saat menjalani ibadah puasa juga bisa disebabkan pola tidur, karena harus bangun lebih pagi untuk makan sahur. 

Perubahan metabolisme biasanya begitu terasa pada awal-awal puasa. Agar tetap bugar selama menjalani ibadah puasa, Adisty Cynthia Anggraeni dari Persatuan Ahli Gizi Kalimantan Tengah atau Persagi Kalteng membagikan tipsnya. 

Untuk tetap bugar saat puasa, hal pertama yang bisa dilakukan adalah makan sahur. Adisty menjelaskan, makan sahur merupakan pengganti sarapan. 

"Makan sahur juga harus diatur, upayakan makanan lengkap dan bergizi seimbang. Jadi ada sumber karbohidrat seperti nasi, lalu protein seperti ayam, ikan telur, itu juga harus ada karena itu akan jadi sumber energi, karena selama 12 jam kita tidak makan apapain," ujar Adisty. 

Bukan hanya makan yang perlu diperhatikan saat sahur. Adisty mengingatkan, minum air putih secukupnya juga penting agar tak dehidrasi. Menu makan sahur juga mesti dilengkapi dengan sayuran. 

"Minum air putih jangan terlalu banyak agar tak kembung di pagi hari. Kemudian makanan yang terlalu asin kalau bisa dihindar," bebernya. 

Adisty menjelaskan, makanan asin dan minum air telalu banyak bisa merangsang buang air kecil, sehingga cadangan cairan terbuang. 

Dengan sahur yang berkualitas, lanjut Adisty, umat Islam yang menjalani ibadah puasa, bisa tetap bugar dan menjalani aktivitasnya seperti biasa. 

Agar tak lemah dan lesu saat puasa, Adisty juga meyarankan agar mengurangi konsumsi kafein saat sahur seperti kopi dan teh, terutama bagi orang dengan anemia atau darah rendah. 

"Karena teh itu bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga menjadi 5 L ( lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai)," ungkapnya. 

Bukan hanya makan sahur yang perlu diperhatikan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, juga harus diperhatikan agar tak berlebihan, karena hal itu menyebabkan pencernaan menjadi terganggu. Adisty menyarankan makanan manis seperti kurma dan kue secukupnya ntuk berbuka puasa. 

"Karena gula itu mengembalikan kesegaran tubuh, tapi jangan sampai berlebihan. Setelah salat baru makan berat atau makan nasi," kata dia. 

"Pola tidur kita juga harus diperhatikan, meskipun selama bulan puasa tidur kita lebih singkat, tetapi tubuh kita bisa menyesuaikan diri dan itu tidak mengubah metabolisme tubuh kita. Jadi kalau takut mengantuk tidur lah lebih cepat," sambungnya. 

Baca juga: Bupati Halikinnor Beri Empat Imbauan bagi Warga Kotim Kalteng saat Bulan Puasa 2025

Baca juga: BMKG Prediksi Kalteng Hujan Seminggu ke Depan, Pemantauan Hilal Awal Puasa Berpotensi Terganggu

Agar ibadah selama bulan Ramadan bisa maksimal, perlu dibarengi dengan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur-sayuran, buah-buahan. 

Selain itu, mengatur pola tidur serta memenuhi kebutuhan cairan 2 liter sehari juga harus dilakukan saat sahur dan berbuka puasa. Dengan begitu, tubuh bisa tetap bugar dan maksimal menjalani ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved