Berita Kalteng

Sintya Bella Siswi SMAN 2 Pangkalan Bun Juara 1 Lomba Video Pak Agustiar Mengajar

Disdik Kalteng hadirkan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran sebagai pengajar spesial untuk seluruh siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus.

TANGKAPAN LAYAR INSTAGRAM DISDIK KALTENG
LOMBA VIDEOGRAFI - Sintya Bella, Siswi SMA Negeri 2 Pangkalan Bun, yang meraih Juara 1 dalam Lomba Videografi Menceritakan Kembali “Pak Agustiar Mengajar”. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah atau Disdik Kalteng mendorong inovasi pembelajaran inspiratif dan interaktif.

Salah satunya dengan menghadirkan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran sebagai pengajar spesial untuk seluruh siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus.

Selanjutnya, Disdik Kalteng juga mengadakan lomba videografi menceritakan kembali terkait program tersebut.

Baca juga: Bebaskan Biaya Seragam Bagi Siswa Baru, Disdik Kalteng Larang Guru Jangan Berbisnis di Sekolah

Baca juga: Disdik Kalteng Telusuri Dugaan Pungutan Seragam di SMAN 1 Kahayan Tengah, Kumpulkan Informasi

Baca juga: Disdik Kalteng Akan Bangun Sekolah Unggulan Pada Tiga Zona Tahun Depan

Diketahui, salah satu siswi SMA Negeri 2 Pangkalan Bun, dengan nama Sintya Bella, meraih Juara 1 dalam Lomba Videografi Menceritakan Kembali “Pak Agustiar Mengajar”.

Lomba ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan pelajar dalam memahami dan menyuarakan semangat transformasi pendidikan.

‎Dalam videonya, Sintya membuka dengan pertanyaan reflektif, “Bayangkan jika pemimpinmu tidak hanya memerintah, tetapi juga mengajar dan menginspirasi."

Kalimat ini menjadi pembuka yang membangun daya tarik emosional sekaligus menegaskan inti pesan dari program Pak Agustiar Mengajar, pada Minggu (26/5/2025) lalu.

‎Pada momentum itu, diketahui Agustiar mengajar lebih dari 97.000 siswa dari 422 sekolah se-Kalteng secara hybrid.

Lebih lanjut, program ini membuka kesempatan bagi siswa dari perkotaan hingga pelosok pedalaman untuk berinteraksi langsung dengan kepala daerah.

Penyampaian Sintya dinilai berhasil memenuhi tiga kriteria utama lomba, yaitu kesesuaian narasi dengan tema, kreativitas dan keaslian penyajian, serta penguasaan materi dan ekspresi bercerita.

Lomba ini menjadi ruang bagi siswa untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga ikut bersuara dan berperan aktif dalam gerakan transformasi pendidikan di Kalteng.

Selain itu, kemenangan Sintya membuktikan bahwa siswa Kalteng memiliki potensi besar dalam literasi digital dan narasi kreatif.

(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved