Berita Palangka Raya

CFD Yos Sudarso Uji Coba Penataan Dua Jalur, Pedagang Mulai Dibagi Sesuai Jenis Jualan

CFD tak lagi terpusat di satu sisi jalan, tetapi memanfaatkan dua jalur berlawanan arah di sepanjang ruas jalan mulai depan Hotel Dandang Tingang.

Arai Nisari/Tribunkalteng.com
CAR FREE DAY - Suasana Car Free Day di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Minggu (6/7/2025) pagi. Kini dua sisi jalan dimanfaatkan pedagang untuk berjualan makanan dan non-makanan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYACar Free Day (CFD) di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya mulai dilakukan penataan baru.

Mulai Minggu (6/7/2025), area CFD tak lagi hanya terpusat di satu sisi jalan, tetapi sudah memanfaatkan dua jalur yang berlawanan arah di sepanjang ruas jalan mulai depan Hotel Dandang Tingang.

Pantauan TribunKalteng.com, kini pedagang dibagi berdasarkan jenis dagangannya.

Baca juga: Urban Farming Bibit Cabai dan Tanaman, Tarik Perhatian Warga Palangka Raya Saat CFD

Baca juga: Lestarikan Seni Karungut Klasik, Titik Surya Hibur Warga saat Car Free Day Palangka Raya Kalteng

Baca juga: Naik Ontel, Kisah Ibu Patmiatun Pedagang Nasi Tiwul Rp10 Ribu di CFD Palangka Raya Kalteng

Sisi kiri jalan dari arah Bundaran Besar, atau yang selama ini menjadi pusat kegiatan CFD, didominasi oleh pedagang makanan dan minuman.

Sementara sisi seberangnya lebih banyak diisi pedagang non-makanan seperti pakaian, mainan anak, dan perlengkapan rumah tangga.

Salah satu pengelola CFD menyampaikan bahwa penataan ini masih dalam tahap uji coba.

“Rencananya supaya lebih tertib, jadi makanan di satu sisi, non-makanan di sisi lain. Masih kita lihat dulu hasilnya, kalau baik bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Meski disebut Car Free Day, arus kendaraan bermotor tetap dibuka.

Mobil dan motor masih bisa melintas di antara dua jalur CFD, tepat di tengah-tengah barisan lapak pedagang dan pengunjung yang lalu lalang.

Tidak seperti CFD pada umumnya yang diwarnai aktivitas olahraga, CFD di kawasan ini lebih berfungsi sebagai ruang interaksi dan kegiatan ekonomi warga.

Jual beli, layanan kesehatan gratis, dan aktivitas komunitas menjadi pemandangan utama setiap Minggu pagi.

Warga datang untuk berbelanja, melihat-lihat stand, atau sekadar berjalan santai bersama keluarga.

Beberapa pedagang menyambut baik uji coba ini, namun ada pula yang merasa lebih nyaman dengan pola sebelumnya.

“Sekarang jadi agak terbagi, tapi tetap ramai. Cuma kalau bisa jalan ditutup total, biar pengunjung lebih aman,” ujar Denada, pedagang non-makanan yang berjualan di sisi seberang jalan.

Uji coba ini masih akan terus dipantau oleh pihak pengelola Car Free Day.

Termasuk dari segi kenyamanan pedagang, kelancaran pengunjung, dan keselamatan lalu lintas. 

Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan untuk skema penataan CFD ke depannya.
(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved