Kobar Marunting Batu Aji

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah: Ikon Pangkalan Bun, Bundaran Kecubung Ditata Pemkab Kobar

Upaya Bupati Kobar Hj Nurhidayah. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan menata Bundaran Kecubung, Kelurahan Pangkalan Lima.

|
Editor: Nia Kurniawan
istimewa
Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat berdialog dengan pelapak UMK di Bundaran Kecubung. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN – Upaya Bupati Kobar Hj Nurhidayah. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan melakukan penataan ulang terhadap lapak-lapak UMKM dan pedagang kuliner di kawasan Bundaran Kecubung, Kelurahan Pangkalan Lima, Kecamatan Arut Selatan. 

Langkah Bupati Kobar Hj Nurhidayah dilakukan dalam rangka mempercantik kawasan yang menjadi pintu masuk utama Kota Pangkalan Bun dari arah Palangka Raya.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah, saat menghadiri kegiatan penghijauan dan gotong royong bersama masyarakat serta jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), belum lama ini.

Dalam kegiatan itu, Bupati Kobar Hj Nurhidayah turut meninjau kondisi lapak-lapak yang ada dan berdialog langsung dengan para pedagang.

Baca juga: Bupati Hj Nurhidayah Dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kobar oleh PGRI, Lihat Foto-fotonya

Baca juga: Pemkab Kobar Kalteng Dukung Penuh Sawit Ramah Pekerja Perempuan dan Anak

“Saya ingin menyampaikan bahwa penataan ini bertujuan agar kawasan Bundaran Kecubung bisa lebih tertib, bersih, dan estetik. Karena ini merupakan salah satu wajah kota yang dilihat pertama kali oleh pengunjung dari luar daerah,” ujar Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

Ia menjelaskan bahwa penataan akan difokuskan pada bangunan lapak yang menjorok ke badan jalan dan bangunan semi permanen yang dianggap kurang rapi. 

Menurutnya, selain mengganggu pemandangan, keberadaan lapak tersebut juga menghambat fungsi ruang terbuka hijau.

“Kita beri waktu dua bulan kepada para pedagang untuk melakukan pembongkaran sendiri terhadap lapak mereka. Setelah itu, baru pemerintah akan mulai melakukan penataan secara fisik,” tegasnya.

Dari dialog dengan para pedagang, Bupati juga meminta agar tidak ada kesalahpahaman. Ia mengimbau agar para pelaku UMKM bisa bekerjasama dan mendukung langkah ini sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan usaha yang lebih baik.

“Kami tidak ingin menyingkirkan UMKM. Justru kita ingin menata agar keberadaan mereka lebih tertib dan mendukung keindahan kota,” tambahnya.

Bundaran Kecubung selama ini dikenal sebagai salah satu ikon strategis Kota Pangkalan Bun. Keberadaannya yang berada di jalur utama menjadikannya sebagai titik penting dalam membangun kesan pertama bagi pendatang.

Penataan ini juga diharapkan dapat memberi ruang yang lebih terorganisir bagi pelaku UMKM, sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan lebih maksimal tanpa mengabaikan aspek keindahan dan keteraturan kota.

“Diharapkan para pelaku UMKM bisa bekerjasama dan mendukung proses ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved