Breaking News

Berita Kotim Kalteng

Karhutla di Kotim, Personel BPBD Padamkan Lahan Semak Belukar Terbakar di Mentawa Baru Ketapang

Karhutla di Kotim, kebakaran lahan mulai terjadi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Luas lahan yang terbakar sekitar 0,018 hektare semak belukar

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
BPBD Kotim untuk Tribunkalteng.com
Dua personil BPBD saat mendatang lokasi kebakaranyang terjadi di Jalan Barito jalur satu, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Jumat (6/6/2025) kemarin. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Karhutla di Kotim, kebakaran lahan mulai terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kali ini terjadi di wilayah Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang

"Sore kemaren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Barito jalur satu, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Luas lahan yang terbakar sekitar 0,018 hektare semak belukar," kata Kepala BPBD Kotim, Multazam, Sabtu (7/6/2025). 

Atas kebakaran tersebut, satu mobil tangki air dengan personel dua orang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Kebakaran di lahan gambut harus dilakukan maksimal agar api tidak kembali muncul. 

Biasanya kebakaran lahan gambut terjadi hingga ke dalam tanah meski di permukaan sudah padam, makanya pemadaman harus dilakukan berulang-ulang sampai api benar-benar padam.

Kebakaran lahan ini menjadi isyarat bahwa kesiapsiagaan harus ditingkatkan mengantisipasi karhutla. 

BPBD mengimbau masyarakat untuk mencegah tindakan-tindakan yang bisa memicu terjadinya kebakaran lahan.

Selain itu, dia enjelaskan bahwa kondisi ini sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat di mana Juni telah memasuki musim kemarau.

"Curah hujan mulai menurun sejak minggu ketiga Mei. Pada Juni diperkirakan memasuki musim kemarau dan kebakaran sudah mulai terjadi," ungkapnya. 

Dari kejadian ini, Multazam memastikan pihaknya akan lebih siaga dan berbagai upaya preventif juga akan dilakukan. 

Seperti, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan, meningkatkan patroli, serta melakukan pemantauan di titik-titik rawan. 

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla.

"Tindakan kecil seperti tidak membakar sampah sembarangan sangat penting. Selain itu, kami juga mendorong warga untuk segera melaporkan jika menemukan titik api yang mencurigakan," imbuhnya. 

Selain itu, dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan curah hujan yang semakin minim saat ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan ikut serta dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, Hanya dengan kerja sama dari semua pihak, potensi Karhutla di Kotim dapat diminimalisir dan masyarakat dapat menjalani musim kemarau dengan aman dan nyaman.

"Untuk itu mari kita bersama menjaga lingkungan kita, jangan membakar lahan sembarang terlebih saat musim kemarau seperti ini," tandasnya. 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved