Berita Kotim Kalteng

Wanita Muda di Jalan Pemuda Sampit Lari ke Disdamkarmat Kotim Gara-gara Cincin Nyangkut di Jari

Seorang wanita muda terpaksa meminta bantuan Disdamkarmat Kotim untuk melepaskan cincin di jarinya lantara tak bisa dilepas, terpaksa cincin dipotong

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Disdamkarmat Kotim untuk Tribunkalteng.com
CINCIN NYANGKUT - Wanita muda perlihatkan cincin yang dibantu dilepas anggota Disdamkarmat Kotim, yang nyangkut di jarinya, Jumat (30/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) tak melulu menjinakkan si jago merah.

Disdamkarmat Kotawaringin Timur (Kotim), juga melakukan penyelamatan, seperti memotong cincin warga yang tak bisa dilepaskan dari jari tangan. 

Seperti yang dilakukan Anggota Disdamkarmat Kotim, berhasil mengeluarkan cincin yang sulit lepas dari jari pemiliknya, Jumat (30/5/2025).

Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Heri Wahyudi menyatakan, bahwa pemilik cincin, Ririn, warga Jalan Pemuda Sampit, Kelurahan Mentawa Baru Hulu meminta tolong langsung ke kantornya.

"Jadi yang bersangkutan ini datang ke kantor untuk meminta lepaskan cicinnya yang dirinya beli," katanya Sabtu (31/5/2025). 

Menurutnya, kondisi jari tengah Ririn sudah membengkak, sehingga pihak damkar memotong cincin yang dipakai oleh wanita itu. 

"Sebelumnya dicoba dilepaskan sendiri menggunakan minyak, namun tetap sulit lepas, jadi terpaksa kami potong," ujarnya. 

Pemotongan cincin menggunakan alat khusus dengan dibantu air mengalir, sehingga yang bersangkutan tidak terlalu panas saat dieksekusi dan tidak terluka. 

"Proses evakuasi pemotongan cincin sekitar 10 menit setelah itu selesai," ucapnya. 

Heri juga menyatakan bahwa proses evakuasi pemotongan cincin emas cukup sering dilakukan oleh Disdamkarmat Kotim. 

Baca juga: Januari hingga Mei 2025, Ratusan Laporan Diterima Disdamkarmat Kotim, Kebakaran Bangunan Tinggi

Baca juga: Kebakaran di Sampit Kalteng, Berikut Cara Khusus Memadamkan Api Diungkap Disdamkarmat Kotim

Menurutnya, kondisi penambahan berat badan berpengaruh pada membesarnya jari-jari, sehingga cincin yang digunakan sulit dilepas. 

"Proses evakuasi cincin dalam beberapa waktu terakhir cukup sering, dalam bulan ini saja sudah ada beberapa kali," tandasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved