Kotim Habaring Hurung

Sinergi Pemkab dan Polres Kotim Cegah Stunting, Gelar Gebyar Posyandu Presisi di Desa Pelangsian

Pemkab Kotim, bersama Polres setempat menggelar Gebyar Posyandu Presisi sebagai langkah sinergi percepatan penanganan stunting di Desa Pelangsian

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
GEBYAR POSYANDU PRESISI- Pemkab Kotim bersama Polres menggelar Gebyar Posyandu Presisi sebagai langkah sinergi percepatan penanganan stunting ini sendiri digelar di Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, Kamis (22/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atau Pemkab Kotim, bersama Polres setempat menggelar Gebyar Posyandu Presisi sebagai langkah sinergi percepatan penanganan stunting

Kegiatan Gebyar Posyandu Presisi itu sendiri di gelar di Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, Kamis (22/5/2025). 

Program itu merupakan bagian dari kegiatan terpadu antara kepolisian dan pemerintah daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Pj Sekda Kotim Masri, Plt Kepala DP3AP2KB sekaligus Kadinkes Kotim Umar Kaderi, perwakilan Kodim 1015 Sampit, dan Camat Mentawa Baru Ketapang. 

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kotim, Masri menjelaskan, bahwa program Posyandu Presisi ini merupakan program nasional pertama yang dijalankan secara terpadu oleh Kapolres dan pemerintah daerah.

“Program ini difokuskan pada pencegahan stunting dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan setiap bulan,” ujarnya.

Masri juga menegaskan, bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini.

Di tempat yang sama, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menambahkan, kegiatan Gebyar Posyandu Presisi digelar serentak oleh seluruh Polres jajaran Polda Kalteng sebagai kontribusi nyata Polri dalam menurunkan angka stunting.

“Sasaran utama kegiatan ini adalah pendataan stunting, pengukuran berat dan tinggi badan anak, serta edukasi kepada masyarakat tentang cara bersama mengatasi stunting,” jelasnya.

Desa Pelangsian dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena telah memiliki program posyandu dengan skema sehat terpadu dari pemerintah daerah. 

Selain itu, posyandu disebutnya memiliki peranan strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. 

Layanan seperti imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, konsultasi gizi, serta edukasi kesehatan tersedia secara gratis dan mudah dijangkau. 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memanfaatkan fasilitas posyandu yang ada. Upaya bersama inilah yang akan menjadi kunci untuk menurunkan prevalensi stunting di Kotim,” tutupnya

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved