Kotim Habaring Hurung

Memasuki Musim Kemarau Tiba, Kepala BPBD Kotim Ingatkan Waspada Karhutla di Wilayah Sering Terjadi

Kepala BPBD Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam mengimbau, masyarakat di wilayah setempat untuk waspada terhadap karhutla di wilayah langganan

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
BPBD Kotim untuk Tribunkalteng.com
KARHUTLA - Kondisi lahan seluas 2 hektar yang terbakar di kawasan Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kepala BPBD Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam mengimbau, masyarakat di wilayah setempat untuk waspada terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Setelah hampir sepekan tanpa hujan disertai teriknya matahari di Kota Sampit, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan. 

Berdasarkan pantauan BPBD, prediksi titik api sama halnya dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Seperti, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Seranau, Kota Besi, Cempaka Mulia Timur, dan sebagian Parenggean. 

"Kawasan ini memang memiliki bentang lahan gambut yang luas, sehingga mudah terbakar saat kemarau," kata Multazam saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025). 

Dirinya mengakui bersadarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Kotim mulai menunjukkan tanda- tanda memasuki musim kemarau

"Saat ini gejala alam seperti embun tebal di pagi hari, hujan yang turun tidak merata, serta suhu udara yang kian panas, menjadi pertanda kuat bahwa masa kemarau mulai mendominasi," ujar Multazam.

Dia menerangkan, fenomena ini sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bahwa curah hujan mulai menurun sejak minggu ketiga bulan Mei hingga Juli.

Selain itu, saat ini suhu udara di siang hari kini bisa mencapai 35 derajat Celsius.

"Perkiraan bulan mulai minggu ketiga bulan Mei hingga Juli, Kotim akan memasuki kemarau secara bertahap dari wilayah selatan menuju ke utara," terangnya. 

Dengan masuknya musim kemarau ini, dia menyebut potensi karhutla di Kotim menjadi tinggi. 

Bahkan, berdasarkan kajian risiko bencana, sejumlah wilayah di bagian selatan dinyatakan sebagai wilayah yang rawan Karhutla.

Multzam memastikan pihaknya akan terus memantau wilayah yang berpotensi Karhutla ini dengan terus melakukan sosialisasi, patroli, dan pemantauan titik- titik rawan. 

Selain itu dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan sembarangan karena api bisa meluas saat musim kekeringan.

"Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat. Membakar lahan karena akan ada banyak pihak yang terdampak," imbuh Multazam.


Di luar itu, hal yang dikhawatirkan juga adalah adanya oknum tidak bertanggungjawab, yang melakukan pembakaran hutan atau lahan dengan skala besar. Apakah itu dilakukan dengan sengaja maupun tidak.


"Kita akan terus melakukan imbauan kepada masyarakat, agar bisa sama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla di daerah kita ini," tandasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved