Berita Kotim
BKSDA Pos Sampit Kalteng Selamatkan 74 Ekor Satwa Liar Selama 2024, Berikut Rinciannya
BKSDA Pos Sampit Kalimantan Tengah, telah mengevakuasi dan serah terima 74 ekor satwa sepanjang 2024, dan dilakukan kembali pelepasliaran ke alam
Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Pos Sampit Kalimantan Tengah, telah mengevakuasi dan serah terima 74 ekor satwa sepanjang 2024.
Sebanyak 74 ekor satwa tersebut dievakuasi dari warga maupun kawasan pemukiman, serta pengiriman lewat transportasi laut ke luar daerah.
Kegiatan tersebut merupakan upaya dari BKSDA Pos Sampit dalam melestarikan satwa liar maupun satwa yang dilindungi.
Evakuasi dan pelepaliaran tersebut dibenarkan oleh Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah.
“Sepanjang 2024, BKSDA Pos Sampit telah menerima dan mengevakuasi sebanyak 74 ekor satwa,” ungkapnya, , Kamis (2/1/2025).
Ada pun data yang telah dirinci oleh pihak BKSDA Pos Sampit sebanyak 23 ekor satwa liar yang dilindungi Undang-Undang dievakuasi.
Serta sebanyak 51 ekor satwa liar jenis burung yang tidak dilindungi UU berhasil dilepasliarkan ke habitatnya.
Komandan BKSDA Pos Sampit pun memaparkan jenis satwa liar dilindungi UU RI, yang diserahkan oleh warga.
“Kota menerima Kukang 2 ekor, Lutung Merah 1 ekor, Teringgiling 2 ekor, Lutung Abu-Abu 1 ekor, Bekantan 1 ekor, Owa-owa 3 ekor, Buaya 3 ekor, Burung Cucak Hikau 8 ekor, Orangutan 1 individu, dan Biuku 1 ekor,” terangnya.
Komandan BKSDA Pos Sampit mengatakan, bahwa untuk burung yang dilindungi dan tidak dilindungi dilepasliarkan pada wilayah hutan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kemudian, untuk buaya dan individu Orangutan kita serahkan ke BKSDA Kalteng Pangkalan Bun untuk dilakukan observasi dan pelepasliaran.

Lebih lanjut, dirinya pun memaparkan kegiatan penyelamatan satwa liar yang telah dilakukan sepanjang 2024.
“Kita telah menyelamatkan 6 individu Orangutan dan 1 ekor anak beruang, jadi totalnya ada 7 ekor satwa,” papar Muriansyah.
Baca juga: Kepala BKSDA Pos Sampit Sebut Buaya Musim Kawin dan Bertelur di Desember-Maret Cenderung Buas
Baca juga: Terpisah dari Induk, Anak Orangutan Betina Berat 8 Kg di Seruyan Dievakuasi BKSDA Kalteng dan OFI
Dirinya pun mengatakan, bahwa penyelamatan satwa liat sepanjang 2024 dibantu oleh berbagai pihak.
Seperti Manggala Agni Sampit, Komunitas Reptil sampit, Pihak Karantina, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kotim, Polairud Polda Kalteng, dan PT Rimba Makmur Utama.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk warga masyarakat dan semua pihak yang sudah membantu penyelamatan dan pelestarian satwa liar di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tutup Muriansyah.
Drainase di Jalan Desmon Ali Sampit Kotim Tersumbat Sampah Plastik, Bau Menyengat |
![]() |
---|
Ibu dan Anak di Sampit Dikabarkan Kelaparan, Pemkab Kotim Turun Tangan |
![]() |
---|
Kabar Duka, Makam Ayah dan Anak Berdampingan Pasca Kecelakaan di Samuda Kotim Kalteng |
![]() |
---|
Penjaga Malam di Baamang Kotim Ditetapkan Tersangka Kasus Pengrusakan |
![]() |
---|
Isak Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Zaki Ramadhan, Bocah Korban Kecelakaan di Samuda Kotim |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.