Berita Palangkaraya

Harga Beras Lokal di Palangkaraya Terus Melonjak, Uang Belanja Para Ibu Rumah Tangga Membengkak

Harga beras lokal di Palangkaraya terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sehingga berpengaruh pada uang belanja para IRT di Palangkaraya

Editor: Sri Mariati
Dok Tribunkalteng.com
Harga beras lokal di Pasar Besar Palangkaraya mengalami kenaikan, ditambah menjelang Natal dan Tahun Baru 2024. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Harga beras lokal di Palangkaraya terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Harganya saat ini dikisaran Rp 20 ribu untuk jenis beras mayang.

Yang mana harga normalnya berada di kisaran harga Rp 16-17 ribu perkilogram.

Hal itu diungkapkan pemilik toko sembako di Pasar Besar Palangkaraya bernama Sadri.

Sadri, menyampaikan bahwa sejak bulan kemarin harga beras terus mengalami kenaikan.

Penyebab harga beras lokal naik disebabkan menjelang Natal, dan kurangnya curah hujan di daerah produsen beras tersebut.

Baca juga: Satgas Ketahanan Pangan, Pastikan Beras Beredar di Palangkaraya Sudah Diawasi dan Aman Konsumsi

Baca juga: BREAKING NEWS, Latah Bikin Konten Hoaks Beras Palsu, Warga Langkai Palangkaraya Ini Minta Maaf

Selain beras lokal, Sadri juga mengungkapkan harga beras jawa juga ikut naik.

Seperti beras Lahab, Raja Lele, Sania, Beras Mangkok dan Raja Angsa.

Namun, Sadri tidak melihat penurunan daya beli dari konsumen-konsumennya.

"Sama aja mas, namanya kebutuhan mau naik ya tetap aja dibeli yakan, ada beberapa yang biasanya belanja beras lokal sekarang beli beras jawa," ungkapnya.

Dengan tingginya harga beras saat ini tentu berpengaruh pada uang belanja para ibu rumah tangga (IRT).

Ini yang dirasakan Poniyati yang mengaku kesulitan membagi uang belanja dan pengeluaran lainnya.

Ungkap Poniyati, biasanya belanja beras 10 kg cuma Rp 170 ribu, sekarang sampai Rp 240 ribu.

"Belanja beras 10 kg sudah hampir 250 ribu, belum belanja yang lain kaya telur, gula, dan lain-lain, naik semua sekarang mas", ungkapnya.

Poniyati, menyatakan, meskipun harga beras lokal mahal tidak merubah pola konsumsi rumah tangga.

"Namanya juga kebutuhan ya tetep beli, makan ya tetep 3 kali sehari mas, sudah kebiasaan konsumsi beras mayang soalnya, meskipun mahal ya tetap beli," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved