Demo Hari Ini

Diduga Ada Provokator Bawa Senjata Tajam Coba Tusuk Pendemo saat Aksi Cipayung Plus di Polda Kalteng

Massa aksi dari Alianasi Cipayung Plus sempat mendapat provokasi dari delapa orang tak dikenal, saat berdemontrasi di depan Polda Kalteng.

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI
KEJAR PROVOKATOR - Massa aksi Aliansi Cipayung Plus, mengejar 8 orang diduga provokator satu di antaranya disebut membaaa sajam, Sabtu (30/8/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Massa aksi dari Alianasi Cipayung Plus sempat mendapat provokasi dari delapa orang tak dikenal, saat berdemontrasi di depan Mapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (30/8/2025).

Koordinator Lapangan Aksi Aliansi Cipayung, Andri Mulyanto mengatakan, satu di antara delapan orang itu terlihat membawa senjata tajam atau sajam.

"Mereka di belakang. Kita kecewa aparat ternyata tidak bisa mengamankan demonstrasi ini," kata Andri.

Baca juga: Sempat Dorongan-dorongan hingga Kejar Diduga Provokator, Kapolda Kalteng Akhirnya Temui Massa Aksi

Andri mengatakan, orang yang membawa sajam tersebut bahkan mencoba menusuk peserta aksi.

Hal itu membuat massa aksi menjadi buyar karena fokus pada provokator tersebut.

"Setelah dia mau menusuk, dia lari karena ketahuan," ucapnya.

Para provokator tersebut kemudian dikejar oleh para demonstran hingga ke arah Sekretariat KNPI Kalteng, Jalan Tjilik Riwut.

Saat mengejar provokator tersebut, demonstran meneriakkan bahwa ada yang membawa sajam. 

Menurut Andri menegaskan, provokator tersebut sengaja mengincar peserta aksi.

"Untungnya tidak ada yang kena sajam tadi, tapi pemukukan ada," jelas Andri.

Para provokator itu, awalnya mengambil bahan bakar yang disediakan para demonstran untuk membakar ban.

Setelah massa aksi meminta kembali bahan bakar itu, provokator tersebut justru menanantang demonstran untuk berkelahi.

Andri menyayangkan, provokator tersebut tidak terdeteksi oleh aparat keamanan.

"Kami tidak tahu mereka dari mana, untungnya tidak sampai ada korban," tegasnya.

Untuk diketahui, aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas kematian Affan Kurniawan, sopir ojek online yang tewas terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) pada aksi menolak kenaikan tunjangan DPR RI, Kamis (28/8/2025).

Aksi ini tak hanya menyuarakan isu nasional, tapi juga mengkritik Polda Kalteng agar tak terjadi aksi serupa di Bumi Tambun Bungai.

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved