Kalteng Tanggap Darurat Bencana Karhutla
Karhutla di Kateng Sebabkan Kabut Asap, Hampir Setiap Hari Penerbangan Delay di Bandara Tjilik Riwut
Karhutla di Kalteng menyebabkan kabut asap pekat membuat penerbangan di bandara Tjilik Riwut hampior tiap hari delay.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalteng menyebabkan kabut asap pekat di sejumlah wilayah, termasuk bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.
Kondisi Karhutla di Kalteng tersebut berdampak pada aktivitas transportasi di bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, yang hampir setiap hari mengalami delay atau penundaan penerbangan.
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Ardha Wulanigara mengatakan, gangguan penerbangan akibat kabut asap tersebut mulai terjadi sejak tanggal 27 September 2023 lalu, meski demikian tidak sampai menyebabkan pembatalan penerbangan.
“Tentunya kami dari pihak Bandara pasti memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan penerbangan. Adanya, kabut asap ini memang berdampak pada aktivitas penerbangan, dari pantauan kami kondisi ini terjadi sejak 27 September kemarin,” katanya, Kamis (05/10/2023).
Baca juga: Gempa Terkini Kamis 5 Oktober 2023 Malam, Magnitudo 3,6 SR Baru Saja Guncang Sumur Banten
Baca juga: Kujungi Palangkaraya Kalteng, Pangdam XII/Tangjungpura Berkomitmen Siap Sukseskan Pemilu 2024
Baca juga: ISPU di Barsel Sempat Status Berbahaya Beberapa Hari, Diduga Asap Kiriman Kabupaten Tetangga
Lebih lanjut ia menjelaskan, kabut asap ini berpengaruh pada visibilitas atau jarak pandang. Untuk aktivitas penerbangan jarak pandang minimal 1000 meter.
Sedangkan, dari pantauan pihaknya sejak tanggal 27 September jarak pandang pada pukul 06:00 WIB - 10:00 WIB rata-rata berkisar antara 400 - 900 meter.
Kondisi ini berpengaruh pada jadwal kedatangan pesawat, sedangkan untuk pesawat yang berangkat pada pagi hari masih memungkinkan.
“Aktivitas penerbangan pada pagi hari masih bisa , tapi kalau menjelang siang jam 10 ke atas itu biasanya ada beberapa penerbangan yang terdampak, terutama yang mau landing (mendarat),” ujar Ardha.
Kondisi ini terjadi hampir setiap hari, rata-rata ada jadwal kedatangan pesawat yang delay. Namun, ia menyebut sempat beberapa hari aktivitas penerbangan berjalan normal karena kondisi kabut asap tidak terlalu signifikan.
“Contohnya pada tanggal 30 September dan 1 Oktober lalu aktivitas penerbangan normal. Karena kabut asap dan jarak pandang ini sifatnya sangat dinamis,” jelasnya.
Dengan adanya delay kedatangan pesawat ini, maka jadwal keberangkatan dari bandara asal pun tertunda.
Sebab, biasanya sebelum melakukan penerbangan bandara keberangkatan akan berkomunikasi dengan bandara kedatangan terkait kondisi visibilitas untuk menentukan layak atau tidak dilakukan penerbangan.

Adapun, untuk data kedatangan pesawat yang mengalami delay di Bandara Tjilik Riwut pada Rabu (04/10/2023) ada 2, yakni Pesawat dari Maskapai Lion Air JT 682 dan JT 680 dengan rute Surabaya-Palangkaraya. Dijadwalkan tiba pada pukul 10:10 WIB namun tertunda hingga pukul 13:50 WIB dan satunya lagi dari pukul 12:35 WIB menjadi 14:03 WIB.
Sementara untuk hari ini, Kamis (05/10/2023) ada tiga jadwal pesawat yang mengalami delay.
Masih dari Maskapai Lion Air JT 682 dan JT 680 dengan rute Surabaya - Palangkaraya. Dijadwalkan tiba pada pukul 10:10 WIB namun tertunda hingga pukul 13:56 WIB dan satunya lagi dari pukul 12:35 WIB menjadi 13:46 WIB.
Dan Pesawat JT 681 rute Palangkaraya - Surabaya yang dijadwalkan berangkat sekira pukul 10:00 WIB menjadi pukul 13:15 WIB. (*)
Bandara Tjilik Riwut
Tribunkalteng.com
kabut asap pekat
Karhutla di Kalteng
Kalteng Tanggap Bencana Karhutla
Dinilai Masih Kurang, BP-BPK Kalteng Jelaskan Alasan Helikopter Water Bombing Tak Bisa Ditambah |
![]() |
---|
Karhutla di Kalteng Meluas, Gubernur Sugianto Sabran Berharap BNPB Tambah Helikopter Water Bombing |
![]() |
---|
Karhutla di Kalteng Capai 3436 Kali, Penanganan Makin Sulit Karena Lahan Terbakar 9768,30 Hektare |
![]() |
---|
Sampit Diguyur Hujan Lebat, BMKG Kotim Sebut Ada Pengaruh Teknologi Modifikasi Cuaca Atau TMC |
![]() |
---|
BNPB Kembali Lakukan TMC 4 Daerah di Kalteng Upaya Padamkan Karhutla, Ini Titik Lokasinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.