Berita Kotim
Dua Rumah Terbakar di Sampit, Diduga Pemilik Lalai Saat Memasak, 45 Menit Api Berhasil Dipadamkan
Dua rumah terbakar di Sampit membuat warga Jalan DI Panjaitan geger, kebakaran diduga akibat pemilik lalai saat memasak gunakan kayu bakar.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Rumah terbakar di Sampit membuat warga Jalan DI Panjaitan geger, kebakaran diduga akibat pemilik lalai saat memasak gunakan kayu bakar.
Rumah terbakar milik warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjumlah dua unit yang terjadi, Rabu (04/10/2023).
Kebakaran permukiman tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam sepekan terakhir. Penyebab dua Rumah terbakar tersebut diduga akibat lalai saat memasak menggunakan kayu bakar.
Lokasi kebakaran tersebut berada di Jalan D.I Panjaitan, Gang Langsat 4, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien ISPA di Sampit, Dinkes Kotim Sediakan Layanan Oksigen Gratis
Baca juga: BREAKING NEWS, ISPU Kotim Berbahaya, Pemkab Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla
Baca juga: ISPU Kotim Berbahaya Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Bagikan Masker Gratis ke Pengendara di Sampit
Kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi dari arah dua rumah terbakar di lokasi tersebut.
Kepala Pleton I Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Muhammad Febbry mengatakan, pihaknya mendapat laporan kejadian tersebut sekira pukul 07:30 WIB.
Melihat kepulan asap dari arah kota pihaknya pun langsung mengerahkan 4 regu untuk melakukan pemadaman.
"Dugaan sementara ini akibat proses memasak menggunakan kayu bakar tapi kurang pengawasan hingga menyebabkan terjadinya kebakaran," kata Febbry.
Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik. Apalagi, kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk, dengan jarak antara bangunan satu dan lainnya saling berdekatan.
Tiba di lokasi, tim Disdamkarmat dibantu BPBD dan relawan pemadam kebakaran (redkar) langsung berjibaku memadamkan api agar tidak meluas kebangunan lainnya.
Total personel Disdamkamat yang dikerahkan sebanyak 32 orang dan 4 armada pemadam. Butuh waktu kurang lebih 45 menit hingga api akhirnya bisa dipadamkan.
"Ada dua bangunan rumah yang terbakar. Karena bangunan rumah terbuat dari material kayu membuat api dengan cepat membesar, terlebih cuaca panas di musim kemarau seperti saat ini," bebernya.
Kebakaran diduga terjadi karena salah satu pemilik rumah memasak menggunakan kayu bakar, tapi kemudian pemilik rumah meninggalkan kediamannya dengan kondisi api kayu bakar yang belum benar-benar padam.
Kerugian materil dari kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Abdul Hamid mengaku tidak mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/jmyh6bh.jpg)