Mata Lokal Memilih
Survei Litbang Kompas: Dukungan Nahdliyin ke PKB Lebih Kecil Ketimbang PDIP dan Gerindra
Karena itu pula, terutama untuk Pilpres, partai-partai berusaha menggandeng sosok yang dinilai dapat menyedot dukungan nahdliyin
TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Besarnya pemilih dari kalangan nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama/NU) menjadi perebutan partai politik di tiap hajatan pemilu baik untuk Pileg, Pilpres maupun Pilkada.
Karena itu pula, terutama untuk Pilpres, partai-partai berusaha menggandeng sosok yang dinilai dapat menyedot dukungan nahdliyin.
Yang terkini adalah digandengnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhakimin Iskandar sebagai bakal cawapres bersama bakal capres Anies Baswedan oleh Partai NasDem.
Harapannya, sosok Muhaimin Iskandar yang merupakan keturunan pendiri NU dapat menarik nahdliyin.
Baca juga: Surat Anies Baswedan untuk AHY, Juru Bicara Sebut Masih Disimpan dan Tidak Ada Dokumentasi Foto
Baca juga: "Aku Selalu Bersamamu, Apapun yang Terjadi", Reaksi Annisa Pohan Istri AHY Usai Deklarasi Anies-Imin
Baca juga: Gus Falah: Nahdliyin Belum Tentu Dukung Anies-Imin, Gus Yahya Tegaskan Tak Ada Calon Wakili NU
Namun, berdasar hasil Survei Litbang Kompas yang dipublikasikan pada 21 Agustus 2023 (sebelum Deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar) memperlihatkan, dukungan nahdliyin ke PKB lebih kecil dibanding ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.
Dukungan ke PKB sebanyak 10,2 persen suara pemilih NU secara nasional.
Angka tersebut naik dibanding survei Litbang Kompas periode Januari 2022, yang saat itu sebesar 8,5 persen.
Elektabilitas PKB di kalangan pemilih NU ini berada di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra.
Menurut Survei Litbang, elektabilitas PDIP di kalangan responden NU sebesar 22,9 persen, sedangkan Gerindra 19,9 persen.
Pemilih dari kalangan NU banyak tersebar di Jawa Timur (Jatim).
Di provinsi ini, dukungan nahdliyin untuk PKB lebih besar lagi, yakni 18,6 persen.
Dukungan itu mengungguli Gerindra yang mengantongi dukungan 13,7 persen, tetapi masih di bawah PDIP yang mendulang 32,9 persen suara.
Secara umum, elektabilitas PKB berada di urutan ketiga dengan raihan angka 7,6 persen.
Sementara itu, tingkat keterpilihan PDIP berada di urutan pertama dengan 24,4 persen dan Gerindra di urutan kedua dengan elektabilitas 18,9 persen.
Berikut perincian suara sejumlah partai politik peserta Pemilu 2024 menurut Survei Litbang Kompas:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/aniesimin77.jpg)