Berita Palangkaraya

Mitigasi Ablasi Sungai, BPBD Palangkaraya Bakal Tanam Pohon Bakau dan Buat Pemetaan Zona

BPBD Palangkaraya melakukan mitigasi bencana ablasi Sungai Kahayan yang merusak belasan rumah warga di Kecamatan Pahandut dan pemetaan zona

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Lokasi Rumah ambruk akibat abrasi di bibir Sungai Kahayan, Palangkaraya, Rabu (11/1/2023) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Perencanaan mengurangi dampak terjadinya bencana atau mitigasi dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangkaraya, seiring karhutla, banjir, puting beliung bahkan ablasi.

Kepala BPBD Palangkaraya, Emi Abriyani menuturkan, akan membuat kajian lebih mendalam terkait bencana ablasi sungai, karena tak disangka bencana yang mengikis tanah di bibir sungai itu bertubi-tubi terjadi Palangkaraya.

 “Nanti kita akan merubah sedikit dokumen (red; mitigasi), khususnya di daerah bantaran sungai. Mitigasinya seperti apa, apakah membuat pohon dan lainnya. dilakukan pemetaan zona,” katanya saat hadir di Program Ruang Tamu Tribun Kalteng, Senin (16/1/2023).

Penanaman pohon bakau diperlukan untuk mencegah terjadinya abrasi sungai, karena saat ditinjau daerah pemukiman warga di bantaran sungai nyaris tidak ditemukan pohon bakau.

Dia menjelaskan, Sungai Kahayan sebenarnya lebar di hulu, namun hadirnya pemukiman warga di permukiman Sungai Kahayan, menjadikannya semakin sempit, karena endapan yang terjadi.

Baca juga: Dihantui Bahaya Ablasi Bantaran Sungai Kahayan, 99 Persen Warga Setuju Relokasi

Baca juga: Memetakan Dampak Risiko Bencana, BPBD Palangkaraya Susun Rencana Dokumen Penanggulangan

Sepanjang 1 kilometer tanah di bantaran Sungai Kahayan terlihat retak-retak, membahayakan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai.

“3-4 meter tanah di sana padat tapi setelahnya air. Artinya, sewaktu-waktu bisa tenggelam, tidak ada tanaman bakau yang menahan air. Makanya nanti, kami melakukan mitigasi dengan penanaman pohon, dan pasang spanduk himbauan,” tegas Emi Abriyani.

Pihaknya, telah membuat pemetaan zona potensi bencana sedang, rendah hingga tinggi untuk mencegah dampak bencana yang meluas.

Masyarakat yang saat ini tinggal di bantaran Sungai Kahayan telah diimbau agar mengungsi dahulu.

Melihat struktur tanah yang tidak stabil, setelah musim penghujan, kini kemarau yang menimbulkan keretakan pada tanah.

Baca juga: Kurangi dan Hindari Dampak Risiko Korban Jiwa, BPBD Palangkaraya Gelar Mitigasi Bencana

Baca juga: Warga Terdampak Ablasi di Bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya, Dibuatkan Dapur Umum

Pasalnya, akibat Abrasi beberapa waktu lalu 6 rumah rusak parah, belasan rumah rusak ringan, jalan sepanjang 7 meter longsor, serta puluhan warga saat ini mengungsi. Sebagian di posyandu, Balai Basara dan saudara atau tetangga.

“Pantauan kami ada sepanjang 1 km lebih retakan tanah, harus waspada. Kami imbau warga agar berjaga-jaga, tidak lengah jika bencana datang. Untuk warga yang tepat tinggal di pinggir sungai kami imbau mengungsi dulu,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved