Kobar Marunting Batu Aji

Kobar Raih Praktek Terbaik Penurunan Stunting, Piagam Penghargaan Nasional Diterima Plt Sekda

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan penghargaan kepada Pemkab Kobar sebagai Praktek Terbaik Penurunan Stunting.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
Juni Gultom untuk Tribunkalteng.com
Plt Sekda Kobar Juni Gultom saat menerima Penghargaan Praktik Terbaik Penurunan Stunting dari Kepala BKKBN Pusat, Selasa (6/12/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan penghargaan kepada Kotawaringin Barat (Kobar) untuk Praktek Terbaik Penurunan Stunting.

Bumi Marunting Batu Aji atau Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mencatatkan namanya di kancah Nasional.

Mewakili Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo, Plt Sekda Kobar Juni Gultom menerima secara langsung piagam penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, di Jakarta, pada Selasa (6/12/2022).

Atas capaian tersebut, Juni Gultom menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya maksimal dan mendukung upaya pemerintah, dalam menurunkan angka stunting.

Baca juga: Tingkatkan Jalur Perhubungan Darat, Plt Sekda Kobar Juni Gultom Minta Dishub Buat Kebijakan Baru

Baca juga: Perbaiki Sekolah Rusak di Kobar, Disdikbud Siapkan Rp 1 Miliar Rehab SDN Teluk Pulai Tahun 2023

Baca juga: Komunitas Tanaman Hias Kobar Gelar Pameran, Pajang Harga Dari Rp 25 Ribu Sampai Rp 75 Juta

Baca juga: Buka Kobar Expo 2022, Pj Bupati Kobar Anang Dirjo Berharap Bisa Bangkitkan Ekonomi UMKM

"Trimakasih atas dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, serta tim yang terlibat secara bahu membahu bekerja sama untuk menurunkan stunting di Kotawaringin Barat," ujarnya.

Lanjutnya, bahwa penghargaan yang diperoleh ini sebagai motivasi dan semangat semua pihak, untuk terus bersama-sama mempertahankan dan membuat Kobar tidak ada kasus stunting.

"Mari bersama dan bersinergi atasi stunting di Kobar, karena itu penting," tegasnya.

Diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

BKKBN menerbitkan Peraturan Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI), sebagai upaya mengonsolidasikan kegiatan, program, dan anggaran.

Tiga fokus pendekatan RAN PASTI meliputi, 1) pendekatan intervensi gizi,  2) pendekatan multi sektor dan multi pihak, 3) pendekatan berbasis keluarga beresiko stunting.

Serta Perpres 72 tahun 2021 dan RAN PASTI tahun 2021 sampai saat ini, telah diimplementasikan selama satu tahun lebih.

Data SSGI 2021 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia berada di 24,4 persen.

Walaupun mengalami penurunan masih diperlukan upaya yang besar dari berbagai pihak untuk mencapai target nasional.

dufbkeljif
Plt Sekda Kobar Juni Gultom saat menunjukkan piagam penghargaan Praktek Terbaik Penurunan Stunting.  Juni Gultom untuk Tribunkalteng.com 

Dalam upaya koordinasi, konvergensi, dan sumber daya yang dimiliki oleh berbagai pihak untuk percepatan penurunan stunting, BKKBN bekerja sama dengan mitra akan mengadakan Forum Nasional Stunting dengan tema.

“Bergerak Bersama Garda Terdepan dalam Pendampingan Keluarga Untuk Percepatan Penurunan Stunting”, sebagai media koordinasi yang terintegrasi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, mulai dari tingkat pusat hingga desa.

Forum Nasional Stunting Tahun 2022 memberikan penganugerahan atas inovasi yang dikembangkan oleh jajaran pentahelix sampai tingkat desa/kelurahan. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved