UMK 2023
UMP Kalteng 2023 Naik 8,8 Persen, UMK Palangkaraya 2023 Tunggu 7 Desember, Ini Daftar UMK 2022
UMP Kalteng 2023 sudah diputuskan naik 8,8 persen menjadi Rp 3.181.013, berapa UMK Palangkaraya 2023
Penulis: Lidia Wati | Editor: Dwi Sudarlan
Upah minimum tersebut berlaku bagi pekerja/ buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun di perusahaan bersangkutan, dan untuk yang lebih dari 1 tahun berpedoman pada struktur dan skala upah.
"Upah minimum terdiri atas (a) upah minimum provinsi (UMP) dan (b) upah minimum kabupaten/ kota dengan syarat tertentu," bunyi pasal 25 ayat (1).
Sementara, ayat (2) dan (3) menetapkan, upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, secara khusus untuk huruf (b) meliputi pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi pada kabupaten/ kota yang bersangkutan.
"Kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan dimaksud pada ayat (2) meliputi paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah. Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik," pasal 25 ayat (4-5) PP No 36/2021.

Besaran UMK Palangkaraya 2023
Berapa pula UMK Palangkaraya 2023 dan 12 kabupaten lain di Bumi Tambun Bungai Ini?
Belum diketahui karena masih dalam proses pembahasan.
Sebagai acuan, berikut daftar UMK 2022 untuk kota/kabupaten di Kalteng:
UMK Palangkaraya 2022 Rp 2.972.541,60
UMK Kobar 2022 Rp 3.077.218
UMK Kotim 2022 Rp 3.014.732,66.
UMK Barsel Barsel 2022 Rp 3.245.604
UMK Barut 2022 Rp 3.307.767
UMK Sukamara 2022 Rp 3.110.304
UMK Lamandau 2022 Rp 3.161.076.
UMK Seruyan 2022 Rp 3.317.667,50
UMK Katingan 2022 Rp 2.980.076
UMK Pulang Pisau 2022 Rp 2.954.756
UMK Gunung Mas 2022 Rp 2.957.129,29
UMK Bartim 2022 Rp 2.980.816,54
UMK Murung Raya 2022 Rp 3.205.291. (*)