Berita Kalsel

Kasus Pembunuhan Tinggi di Tapin Kebanyakan Pengaruh Miras, Kapolres Minta Masyarakat Bantu Berantas

Kasus pembunuhan di Tapin Kalsel tinggi, Kapolres Tapin sebut rata-rata terjadi akibat pengaruh miras sehngga tokoh diminta bantu untuk memberantas.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Kasus pembunuhan di Tapin Kalsel tinggi, Kapolres Tapin sebut rata-rata terjadi akibat pengaruh miras sehingga tokoh diminta bantu untuk memberantas peredaran minuman keras di wilayah tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM, RANTAU -Kasus pembunuhan di Tapin Kalsel tinggi, Kapolres Tapin sebut rata-rata terjadi akibat pengaruh miras sehingga warga dan tokoh masyarakat diminta bantu untuk memberantas.

Bersasarkan informasi terhimpun setidaknya ada delapan kasus pembunuhan yang terjadi dalam tahun 2022 yang rata-rata terjadi akibat dampak pengarus miras.

Sebab itu, Kapolres Tapin berharap Tokoh masyarakat maupun tokoh agama dan lainnya turut membantu dalam pencegahan peningkatan kasus tersebut yakni semua pihak berperan turut membantu dalam memberantas peredaran miras.

Berdasakan infroamsi dari Polres Tapin melalui Satreskrim, lembaga ini telah menangani pembunuhan sebanyak delapan kasus selama 2022.

Baca juga: Seorang Ayah Tiri di Pontianak Kalbar Dibekuk, Cabuli Putrinya Masih di Bawah Umur Sejak Tahun 2021

Baca juga: Alami Laka Tunggal Tabrak Pohon di Jalan A Yani km36 Banjarbaru, Pria Bertato Tanpa Identitas Tewas

Baca juga: Tiga Pelaku Pencurian di Kalbar Tertangkap, Gegara Pelaku Jual Laptop Curian ke Teman Korban

Baca juga: Selebgram Perempuan di Banjarmasin Laporkan Penganiayaan, Polda Kalsel Dalami Laporan Korban

Hal ini juga dikuatkan oleh  pernyataan Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser dalam konferensi pers di kantornya di Kota Rantau, terkait kasus pembunuhan berencana di wilayah Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Sebagian besar kasus pembunuhan yang terjadi dan berhasil diungkap ini akibat dipengaruhi minuman keras jenis gaduk," bebernya, Kamis, (24/11/2022).

Terkait hal ini, menurutnya, perlu sinergitas dan kolaborasi yang kuat antar semua stakeholder yang ada di Kabupaten Tapin.

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberantas ini," urai Kapolres.

Pria sapaan El Saiser ini menambahkan, minuman keras jenis gaduk ini sangat meresahkan dan pada umumnya terjadi di warung-warung malam.

"Memang tidak semua, tetapi ini perlu jadi perhatian semua pihak agar mengingatkan anak-anak muda kita supaya terhindar dari minuman-minuman keras jenis gaduk," lanjutnya.

Kepala Polres Tapin, AKBP Ernesto Saiser, saat konferensi pers penanganan kasus pembunuhan, Kamis (24/11/2022). 
Kepala Polres Tapin, AKBP Ernesto Saiser, saat konferensi pers penanganan kasus pembunuhan, Kamis (24/11/2022).  (BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE)

Selain konsumsi miras jenis gaduk, kebiasaan membawa senjata tajam jenis apapun juga perlu dihindari.

"Seperti yang sering saya sampaikan bahwa saat ini sudah banyak cara untuk bisa membela diri, tidak harus menggunakan senjata tajam. Ada kontak-kontak handphone pihak Kepolisian yang sudah disebar di media-media sosial, silakan memanfaatkan itu. Termasuk nomor handphone saya selaku Kapolres," ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, paling penting adalah warga harus mampu menguasai diri, bersabar dan tidak mudah terpancing emosi. (*)

 


Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Terjadi 8 Pembunuhan Didominasi Pengaruh Miras, Kapolres Tapin: Perlu Kolaborasi Semua Stakeholder, .

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved